Belum ada Kejelasan Sanksi Terhadap H Pejabat Puskesmas yang Tersandung Kasus Perselingkuhan 

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FATHOR RAHMAN) MENUNGGU: Sanksi terhadap pejabat yang tersandung perselingkuhan di Puskesmas Camplong Sampang menunggu eksekusi.

KABARMADURA.ID | SAMPANG  – Kasus perselingkuhan salah satu pejabat di Puskesmas Camplong belum jelas. Bahkan instansi yang berwenang belum juga mengeksekusi keputusan yang sudah dievaluasi Bupati Sampang H. Slamet Junaidi. Hal ini diungkapkan Kepala Inspektorat Sampang Ari Wibowo, Minggu (21/11/2021).

Seharusnya, jika keputusan dari orang nomor satu di daerah yang identik dengan slogan Kota Bahari turun, menunggu langkah dari Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM).

“Setahu saya keputusannya sudah turun dari bapak bupati.  Direkomendasikan ke BKPSDM keputusannya,” ujarnya.

Dia mengaku, belum bisa menyampaikan hasil keputusannya. Sebab sudah menjadi kewenangan BKPSDM untuk menindaklanjuti. Apalagi, kewenangan instansinya bukan menyampaikan hasil keputusan ke publik.

Dia menegaskan, Inspektorat sudah melaksanakan tugasnya. Yakni, melakukan penyelidikan dan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi. Termasuk pemeriksaan kepada yang bersangkutan. Sehingga hasilnya dilaporkan ke bupati.

“Kami sudah melaksanakan semua tahapannya. Setelah kami laporkan, sudah diputuskan oleh bupati. Saat ini menunggu hasil dari BKPSDM,” tegasnya.

Hasil pemeriksaan kepada H (inisial), mereka berpoligami. Sehingga dalam aturan, sanksinya berbeda antara perselingkuhan dengan poligami. Namun, semestinya poligami harus dilaporkan ke pihak terkait. Sayangnya, inisial H tidak melaporkannya. Malah kasus itu terungkap saat bocor ke publik.

“Perselingkuhan itu lebih berat dari poligami. Tapi berpoligami pun harus melapor,” jelasnya.

Kepala BKPSDM Sampang Arief Lukman Hidayat membenarkan, jika keputusan bupati sudah turun. Namun belum mengetahui keputusannya. Sehingga belum bisa disampaikan dan menerapkan sanksi kepada H.

“Iya mas benar sudah turun. Tapi saya belum tahu isi keputusannya. Nanti akan kami sampaikan,” responnya.

Untuk diketahui, sebelumnya menyebar foto berduaan. Yakni inisial H dan perempuan berinisial Y. Gambar itu menyebar di sejumlah media sosial (medsos). Sementara inisial H, seorang pegawai negeri sipil (PNS) dan pimpinan di salah satu puskesmas di Sampang.

Pria yang berprofesi seorang dokter itu, terancam beberapa sanksi, sesuai tingkat kesalahanya. Diantaranya bisa disanksi penurunan pangkat, hingga pemecatan dengan tidak hormat (PDTH). Saat ini, H sudah sulit ditemui di meja kerjanya. Berusaha dikonfirmasi melalui nomor ponselnya tidak tersambung.

Reporter: Fathor Rahman

Redaktur: Totok Iswanto

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *