oleh

Belum Ada Kepastian Jumlah Vaksin untuk Masyarakat Umum

KABARMADURA.ID, BANGKALAN –  Vaksinasi kepada tenaga kesehatan (nakes) masih berlangsung di 20 puskesmas di Pamekasan. Vaksinasi untuk dosis kedua tersebut, sudah diberikan kepada 738 nakes.

Kondisi yang sama terjadi di Bang- kalan, bahkan harus ditargetkan rampung dalam sebulan ini. Sebab, vaksinasi harus segera menyasar masyarakat umum, khususnya yang bersinggungan dengan pelayanan publik.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan Achmad Marsuki melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dr. Nanag Suyanto mengungkapkan, hingga saat ini telah ada 2.309 orang selesai divaksin dosis pertama dan 738 orang divaksin dosis kedua.

Namun ada penundaan penyuntikan vaksin untuk 278 orang, karena sakit. Sementara pada dosis kedua ada 27 orang yang ditunda vaksinasinya dengan alasan yang sama.

Sementara itu, terdapat 479 orang batal divaksin dosis pertama secara permanen karena menderita penyakit bawaan yang tidak memungkinkan untuk disuntik vaksin. Sementara pada dosis kedua, ada 13 orang batal menerima vaksin secara permanen.

Hingga saat ini, sisa vaksin yang tersedia yaitu sebanyak 3.371 dosis. Hingga saat ini, Pamekasan belum menerima doripping vaksin lagi.

Sejauh ini diklaim tidak ada kendala berarti dalam pelaksanaan proses vaksinasi. Termasuk belum ada laporan dari puskesmas mengenai orang-orang yang menolak untuk divaksin.

Sementara itu, untuk warga umum, kegiatan vaksinasi masih akan dilaksanakan pada gelombang ketiga. Namun pihaknya belum dapat memastikan terkait waktu pelaksanannya, karena vaksin belum dating untuk Kabupaten Pamekasan.

“Untuk sementara tidak ada kednala yang berarti. Belum ada laporan yang menolak,” terangnya.

Sedangkan di Bangkalan, untuk vaksinasi tahap III, belum ada kepastian jumlah dan juknisnya.

Kepala Dinkes Bangkalan Sudiyo mengakui hal itu. Tetapi dia memperkirakan, vaksin akan datang lagi pada minggu keempat Februari 2021.

“Ini sinyal dari Kemenkes minggu keempat, pendataan juga belum kami lakukan. Tunggu dulu,” ujarnya.

Namun soal target vaksinasi,  yakni masyarakat yang berhubungan dengan pelayanan publik,salah satunya memprioritaskan jurnalis.

“Kami barengkan dengan TNI, Polri, guru, satpol PP dan pelayanan publik lain. Akan kami sapu bersih nanti,” ungkapmantan kepala Puskesmas Blega ini.

Sementara itu, informasi dari Humas Satgas Covid-19 Bangkalan Agus Zein, ada 80jurnasil yang akan menjadi prioritas vaksin selanjutnya.

“Jadi nanti seluruh wartawan akan divaksin, karena mereka kan sama seperti pejalan, artinya sering kemana-mana. Kalau hanya divaksin sebagian, sebagiannya tidak ya sama saja nanti,” jelasnya.

Vaksinasi lanjutan pada masyarakat umum tersebut, kata Agus, merupakan tindak lanjut dari imbauan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indra Parawansa saat datang ke Bangkalan beberapa waktu lalu.

Terpisah, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bangkalan Moh. Amin menyatakan setuju dengan rencana itu. Sebab, wartawan adalah orang yang paling rentan terpapar Covid-19.

“Dan wartawan sering berhubungan dengan banyak orang, wartawan juga bisa termasuk masuk kategori orang tanpa gejala (OTG),” terangnya.

Dia berpesan kepada seluruh jurnalis di Bangkalan agar bersedia dan siap divaksin, agar bisa meminimalisir penyebaran dan membentuk kekebalan tubuhnya dari Covid-19.

“Saya kira agar supaya tubuh kami terjaga dari Covid-19 maka wartawan harus menjalani vaksinasi ini,” tandasnya. (ali/ina/waw)

DIPERIKSA: Salah seorang nakes di RSUD Syamrabu Bangkalan diperiksa kondisinya sebelum vaksin.

VAKSINASI DI PAMEKASAN PER 13 FEBRUARI 2021

Divaksin dosis1: 2309

Divaksin dosis 2: 738

Ditunda dosis 1: 278

Ditunda dosis 2:   27

Batal dosis 1: 479

Batal dosis 2:   13

Sisa vaksin: 3.371 dosis

Sumber: Dinkes Pamekasan

 

 

Komentar

News Feed