Belum Aman Covid-19, Destinasi Wisata di Kabupaten Sumenep Mulai Beroperasi F wisata

  • Whatsapp
(FOTO: KM/MOH RAZIN) GEMBIRA: Segerombolan anak-anak saat mandi di salah satu destinasi wisata kolam renang di Kabupaten Sumenep.

KABARMADURA.ID, Sumenep wistatta of- Meski belum direkomendasikan oleh tim satgas Covid-19 untuk beraktivitas. Namun, banyak destinasi wisata yang sudah beraktivitas normal seperti biasa, sementara untuk penertiban seperti tidak dibutuhkan. Sebab konsekuensi ditanggung pemilik wisata.

Tim Satgas Covid-19 Sumenep, Rahman Ready mengatakan, sampai saat ini masih tidak ada pengecualian bagi aktivitas destinasi pariwisata untuk beroperasi. Sebab meski mewabahnya Covid-19 sudah cukup reda, tapi belum masuk kategori aman.

“Seperti yang disyaratkan, pada masa Covid-19 atau masih zona kuning belum ada yang diizinkan beroperasi, karena belum aman, apalagi peminat pariwisata tidak sedikit,” ujarnya, Minggu (15/11/2020).

Pihaknya menyampaikan, jika ada yang terpaksa beroperasi, terutama seperti taman dan lainnya, maka hal itu dipastikan di luar tanggung jawabnya. Sebab sampai saat ini, terus mewanti-wanti agar tidak beroperasi terlebih dahulu.

Sehingga jika tetap maksa, dan dalam pelaksanaannya mengaabaikan protokol kesehatan (prokes), maka bisa dipastikan jika ada yang terjadi tidak sesuai harapan, atau menambahkan klaster baru, sudah bukan merupakan tanggung jawab dari tim penanggulangan Covid-19.

“Intinya jika tetap maksa, maka seperti yang kami sampaikan pemilik wisata yang menanggung resikonya. Sekarang sudah kami sering sampaikan, jika masih belum aman,” tegasnya.

Sebelumnya Kepala Bidang (Kabid) Penegak Peraturan Daerah (Perda) Satpol PP Sumenep, Nurus Dahri mengaku masih harus koordinasi dengan tim, yang terdiri dari kepolisian, ramil, dan tim satgas. Sebab, beroperasinya wisata belum diberlakukan dengan jelas.

Dia juga menyampaikan, belum direkomendasikan untuk melakukan penindakan terhadap destinasi wisata yang tetap beroperasi di masa mewabahnya Covid-19 ini. Meskipun pihaknya sudah mengaku melakukan sosialisasi kepada para pelaku wisata.

“Kami berdasarkan peraturan bupati (perbup) pada 13 Agustus kemarin, kami masih belum mempunyai SK, sehingga tidak bisa melakukan penindakan, ketika pun punya SK nanti akan memilih cara-cara kekeluargaan saja, membicarakan baik-baik,” pungkasnya. (ara/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *