Belum Berlistrik, Masyarakat Gili Raja Ancam Bertindak Anarkis

  • Whatsapp
CARI KEADILAN: Aliansi Masyarakat Gili Raja kembali menagih janji pemkab.

Kabarmadura.id/SUMENEP-Masyarakat Pulau Gili Raja, Kecamatan Gili Genting, tidak jera bolak-balik menyampaikan aspirasi. Mereka menuntut penerangan listrik yang dijanjikan pemerintah. Targetnya: harus rampung tahun ini. Jika tidak, maka seluruh masyarakat khususnya pulau di selatan Kota Keris ini akan bersikap anarkis.

Aliansi Masyarakat dan Pemuda Gili Raja, sepakat melakukan aksi demonstrasi dimulai dari kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) dilanjutkan ke depan kantor DPRD setempat, kemarin.

Kedatangan masyarakat dari 4 desa itu (Banmaleng, Jate, Banbaru, dan Lombang) menganggap pemerintah hanya mengumbar janji untuk segera menuntaskan persoalan listrik di kepulauan. Mereka mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep untuk segera menyalakan listrik di Pulau Gili Raja tahun 2019 ini.

Salah satu perwakilan aksi Moh. Syahrul menerangkan, selama ini masyarakat cukup sabar menjalani keterbatasan penerangan di pulaunya. Tetapi, dirinya menganggap kesabaran hanya dibalas dengan janji yang tidak kunjung ditepati.

“Kami sudah capek. Jadi, jangan salahkan kami jika bertindak anarkis. Bahkan dari saking emosinya kami, kami akan laporkan para penghuni DPMD ini, karena telah mengobral janji yang tak kunjung ditepati,” katanya, Senin (30/9/2019).

Sahrul menambahkan, selama ini warganya sudah bersabar hidup dengan listrik mahal dari pihak swasta. Itupun nyalanya hanya 12 jam atau malam hari saja. Bahkan selama ini untuk mendapatkan listrik warganya, harus bayar ke pengusaha swasta hingga Rp300 ribu tiap rumah.

Bahkan normalnya, tambah Sahrul, hanya bisa dinikmati pada jam 12 malam, karena sebelum itu seluruh masyarakat secara berjamaah mempersiapkan segela alat komunikasinya yang kekurangan daya. Sebab, satu hari tidak disentuh penambahan daya listrik.

“Ya kalau listrik menyala seperti janjian untuk mengecas HP-nya, ya nunggu dulu kalau mau normal,” imbuhnya.

Menanggapi aksi tersebut, Kepala DPMD Sumenep M Ramli menegaskan, dari tahun 2017 proses permulaan penerangan listrik di Gili Raja merupakan upaya dari pemkab, sehingga di penghujung tahun ganjil ini pihaknya optimistis listrik sudah berfungsi.

“Listrik di Gili Raja ini memang sudah tanggung jawab kita bersama. Kami sudah berjanji tahun ini sudah menyala. Tapi, kami menjelaskan butuh pengawalan,” katanya. (ara/nam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *