Belum Beroperasi Normal, Perbaikan DBS III Sudah Sedot Rp269 Juta

  • Whatsapp
MAHAL: Perbaikan KM Darma Sumekar dianggarkan ratusan juta karena mengalami kerusahan perkakas di hampir semua bagian kapal.

Kabarmadura.id/SUMENEP-Kerusakan yang dialami Kapal Motor (KM) Darma Bahari Sumekar (DBS) III, sudah tidak tertolong lagi. Rusak yang kedua kalinya ini, dikabarkan sampai harus menghabiskan anggaran ratusan juta rupiah.

Kapal yang baru selesai dibuat tahun 2018 lalu itu, mengalami kerusakan yang cukup parah. Bahkan, hampir semua bagian kapal yang dikelola PT Sumekar tersebut, harus diganti.

Pada kerusakan pertama, baya perbaikannya jadi tanggung jawab PT Adi Luhng sebagai pembuatnya. Kini, pada kerusakan kedua, PT Sumekar harus mengeluarkan biaya, karena sudah melebihi masa pemeliharaan.

Direktur Utama PT Sumekar Moh Syafi’i membenarkan bahwa kapal tersebut sudah mengalami banyak kerusakan, bahkan dari ujung atas dan bawah kapal. Sehingga kapal tersebut menurutnya, sudah layak beroperasi.

“Saya kasihan ke Pak Zaenal (direktur pelaksana PT Sumekar) itu selalu disalah-salahkan, karena memang banyak sudah kerusakan pada tubuh kapal,” katanya, Minggu (22/9/2019).

Kerusakan yang dimaksud Syafi’i, adalah berbagai perkakas yang berada dalam kapal tersebut. Sehingga, perkakas yang perlu diganti itu, jika dikalkulasi, membutuhkan anggaran ratusan juta.

“Ya benar ada anggaran, tetapi tidak sampai kalau Rp450 juta, hanya sekitar Rp269 juta anggarannya. Ada yang mengarang sampai Rp450 lah, itu gak benar,” imbuhnya

Sementara, Direktur Pelaksana PT Sumekar Ahmad Zainal Arifin berjanji akan mengklarifikasi terkait biaya perbaukan KM DBS III yang dikabarkan simpang siur kevalidannya.

“Kalau bilang Rp450 juta, itu tidak benar, itu harus diklarifikasi, tidak ada kalau sampai segitu,” tegasnya.

Masalah yang dialami kapal tersebut, tercatat sudah kedua kalinya. Padahal, kapal milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep tersebut, baru dibuat tahun 2018 lalu. Kapal yang diproduksi oleh PT Adi Luhung tersebut, menghabiskan dana hingga Rp40 miliar.

Pada Oktober 2018 lalu, kapal diserahterimakan ke Pemkab Sumenep, bertepatan dengan hari jadi Kabupaten Sumenep ke-749. Setelah diterima pemkab, kapal diuji coba mengelililingi beberapa pulau di Sumenep, seperti Kalianget-Kangean, Sapeken dan juga Masalembu.

Namun, kapal yang berkapasitas 300 penumpang tersebut tidak kunjung dioperasikan. Sebab pada uji coba tersebut, ditemukan kerusakan dan ketidaksesuaian dengan rancangan awalnya. Kecepatan yang seharusnya 12 knot, ternyata hanya 8 knot, fasilitas kapal seperti AC tidak normal sebagaimana seharusnya.

Akhirnya, PT Sumekar mengembalikan kapal tersebut kepada PT Adi Luhung pada awal Maret 2019. Perbaikan kapal itu tidak memakan biaya, karena masih dalam masa pemeliharaan. Sebab, masa pemeliharaanya selama satu tahun dari penyerahan kepada pemkab. (ara/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *