Belum Dilanjutkan, Proyek Rp8 M di Sampang Terancam Asal-Asalan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/Ist) MANDEK: Proyek pelebaran jalan di Desa Sogiyan Kecamatan Omben Sampang tidak kunjung dikerjakan meski beberapa hari ini cuaca cerah. 

KABARMADURA.ID, SAMPANG – Terhentinya pekerjaan pelebaran Jalan Provinsi di Desa Sogiyan Kecamatan Omben Sampang menuai sorotan dari wakil rakyat. Mereka meminta, pelaksana proyek segera melanjutkan proses pembangunan. Sebab, jika pelaksanaan dan pekerjaan tertunda akan berakibat pada kualitas. Hal ini diungkapkan anggota Banggar DPRD Sampang Aulia Rahman, Senin (5/7/2021).

Menurutnya, pekerjaan tersebut sudah ditentukan waktu pekerjaannya. Sehingga, jika ada keterlambatan ada sanksi berupa denda. Sedangkan, pelaksana konstruksi rata-rata menghindari denda. Akibatnya, secara otomatis pekerjaan dilakukan dengan cepat tanpa memperhatikan rencana anggaran biaya (RAB).

Sehingga, berefek pada kualitas pekerjaan dan masyarakat dirugikan dengan adanya pekerjaan asal-asalan. Jika mengacu pada ketentuan pelaksanaan pekerjaan, sudah tersisa separuh hari kalender dari waktu yang ditentukan sesuai kontrak. “Waktu terus berjalan. Jika memang alasan cuaca, sudah beberapa hari tidak hujan. Tapi belum dilanjutkan. Saya curiga, ada kendala lain,” kesalnya.

Dia menuturkan, pekerjaan pelebaran jalan akan lebih lama. Sebab, proses penggalian sudah tidak sesuai dengan perkiraan. Sehingga, jika pekerjaan tidak segera dilanjutkan, maka dipastikan akan selesai lebih lambat. “Bisa saja pekerjaan dikebut. Tapi kualitasnya dipastikan tidak sesuai bestek. kalau seperti ini, pelaksana harus bertanggung jawab,” tuturnya.

Untuk diketahui, proyek tersebut merupakan pekerjaan yang ada di Dinas Pekerjaan Umum (PU) Binamarga Provinsi Jawa Timur (Jatim). Jumlah anggaran pekerjaan mencapai Rp8.112. 303. 295 dengan tanggal kontrak sejak 15 April 2021. Sementara, limit pekerjaan selama 240 hari kalender.

Sedangkan, konsultan pengawas pekerjaan tersebut PT Bhakti Persada dengan kontraktor pelaksananya PT. Rukun Jaya Madura Group yang beralamat di Jalan Suhadak Gang IV nomor 14, Sampang.

Pimpinan PT. Rukun Jaya Madura Group, Moh. Syarifuddin enggan memberikan komentar saat dikonfirmasi. Bahkan pihaknya menolak memberikan keterangan. Setelah sebelumnya beralasan proyek dihentikan akibat cuaca dan curah hujan masih tinggi. (man/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *