Belum Genap Enam Bulan Proyek Jalan Rp1 M di Sampang Rusak

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IST) JANGGAL: Pengerjaan rehabilitasi Jalan Banjar Talela Desa Taddan Kecamatan Camplong Sampang, dibiarkan rusak tanpa adanya perbaikan. 

KABARMADURA.ID, SAMPANG -Tahun 2020 kemarin, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang merealisasikan program pembangunan rehabilitas Jalan Banjar Talela Desa Taddan Kecamatan Camplong. Pembangunan yang bersumber dari anggaran dana insentif daerah (DID) II untuk pemulihan ekonomi dampak Covid-19.

Hanya saja, realisasi pekerjaan tersebut tidak maksimal. Terbukti, belum genap satu semester hasil pekerjaan sudah rusak. Bahkan, terkesan dibiarkan tanpa adanya perbaikan oleh pihak kontraktor. Yakni CV. Seni Wacana Jalan Abdullah Desa Gunung Maddah. Hal ini diungkapkan salah satu warga yang namanya enggan dikorankan, Senin (5/7/2021).

Selain itu, kerusakan rehabilitas Jalan Banjar Talela Desa Taddan tidak begitu lama dari waktu selesainya pengerjaan. Sebab, dari akhir pengerjaan Desember tahun 2020 kemarin, pada Februari 2021 sudah rusak parah. Bahkan terlihat seperti tidak ada perbaikan.

Menurutnya, kerusakan rehabilitas jalan masih di masa pemeliharaan. Namun, hingga saat ini waktu pemeliharaan tidak dilakukan perbaikan oleh pihak kontraktor. Sehingga, pemerintah harus bertindak tegas.

“Saya ketahui, kerusakan itu mulai Februari 2021, dan masa pemeliharaan terakhir 30 Juni, tapi sampai sekarang tidak diperbaiki. Padahal, anggaran dari kegiatan ini pagunya Rp1 miliar, yang direalisasikan hanya untuk lapen,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Sampang Hasan Mustofa membenarkan adanya temuan tersebut. Yakni, masa pemeliharaan rehabilitasi Jalan Banjar Talela Desa Taddan terakhir 30 Juni. Bahkan, sudah memberikan teguran terhadap kontraktor pelaksana untuk dilakukan perbaikan.

Pihaknya mengklaim, pada awal Juni jalan yang awalnya rusak sudah dilakukan perbaikan dengan menggunakan dana pemeliharaan. “Kalau kontraktor mangkel dan tidak mau memperbaiki pekerjaan yang rusak di masa pemeliharaan, pasti di garis merah dan dana pemeliharaannya tidak akan keluar,” responnya. (mal/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *