Belum Lengkapnya Syarat Gelar Pahlawan Syaikhona Cholil Tunggu Keputusan Dzuriyah

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ISTIMEWA) BELUM LENGKAP: Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron melakukan seminar kajian gelar pahlawan Syaikhona Cholil beberapa waktu lalu

KABARMADURA.ID, BANGKALAN-Pengajuan gelar pahlawan nasional pada Syaikhona Cholil belum selesai. Meski sudah mendapat restu baik dari gubernur Jawa Timur dan tokoh masyarakat hingga legislatif,beberapa persyaratan pengajuan belum lengkap, terutama syarat administrasi.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Bangkalan Wibagiyo mengatakan, tahapan sampai di TP2GD Provinsi Jawa Timur (Jatim). Sidang TP2GD Provinsi Jatim sudah dilaksanakan, mulai dari seminar dan webinar dengan kalangan universitas, PWNU Jatim, DPD Partai Golkar Jatim.

Bacaan Lainnya

“Dan yang lainnya juga sudah, tinggal penyempurnaan dokumen dari para masukkan semua kalangan, setelah itu gubernur akan memberikan rekomendasi untuk dikirim ke TP2GP dan dewan gelar di pusat,” katanya, Kamis (11/3/2021).

Sedangkan persyaratan administrasi yang kurang, yakni kurangnya foto Syaikhona Muhammad Kholil, beberapa foto yang beredar saat ini belum sesuai. Katanya, secepatnya dari dzuriyah keturunan Syaikhona Muhammad Kholil yang akan memutuskan.

“Kami targetnya sebelum minggu kedua bulan April 2021 harus sudah masuk ke pusat,” ungkapnya.

Persyaratan lain yang kurang adalah manuskrip Syaikhona Muhammad Kholil. Wibagio menjelaskan, manuskrip sudab banyak, namun informasinya ada juga di Belanda dan belum diambil. Manuskrip ini, menurutnya, merupakan persyaratan pengajuan yang paling penting.

“Iya, yang paling mendukung ada kalimat hubbul wathon minal iman,” jelasnya.

Sedangkan, untuk menuntaskan itu, pihaknya mengaku, semakin banyak dokumen pendukungnya, semakin cepat proses pemberian gelar Pahlawan Nasional. Langkah yang akan dia tempuh agar segera selesai, apakah akan pihaknya ambil ke Belanda atau seperti apa. Dia mengatakan, masih menunggu koordinasi dengan pihak keluarga.

“Belum ada info dari dzuriyah keturunan,” jawabnya.

Sementara itu, Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron mengaku telah berkoordinasi dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indra Parawansa. Dalam koordinasi itu, dia menjelaskan, mengenai berbagai napak tilas serta poin penting mengapa Syaikhona Muhammad Kholil layak mendapatkan gelar pahalwan nasional.

“Selain sebagai guru besar dari beberapa ulama besar termsuk KH Hasyim Asyari dan KH Wahab Chasbullah, tokoh pendiri NU yang telah mendapatkan gelar pahlawan nasional, beliau juga pencetak para kader guru dan panutan bagi umat,” katanya.

Upaya pemberian gelar pahwalan ini, kata bupati dengan sapaan Ra Latif ini, merupakan salah satu cara memberikan penghormatan kepada Syaikhona Mohammad Kholil. Dia juga berharap, semoga upaya kecil yang bisa dilakukannya itu pada akhirnya sampai kepada pemangku kebijakan.

“Semoga upaya kami ini bisa menjadi referansi dan sampai pada pemangku kebijakan negeri ini dan memberikan penghargaan terhadap jasa pahlawan,” pungkasnya. (ina/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *