Belum Mampu Tampung Kebutuhan Irigasi di Bangkalan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FAIN NADOFATUL M.) MINIM ANGGARAN: Ketersediaan dana pokok pikiran (pokir) DPRD Bangkalan tidak bisa menampung semua kebutuhan irigasi pertanian.

KABARMADURA.ID | BANGKALAN-Ketersediaan anggaran dari hasil pokok pikiran (pokir) dewan belum mampu menampung semua daerah yang membutuhkan program irigasi. Sebab di tahun 2021 ini, hanya Rp1,1 miliar dana pokir yang dikhususkan untuk program peningkatan saluran pertanian. Anggaran itu, masuk ke dua instansi.

Masing-masing, sebesar Rp500 juta di Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (Dispertahortbun) dan Rp630 juta di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Meski sudah dianggarkan belum mampu memenuhi kebutuhan irigasi di setiap daerah. Baik perbaikan maupun pembangunan baru.

Bacaan Lainnya

“Jadi ada lima titik di instansi kami. Per satu titiknya ini dianggarkan Rp100 juta. Tapi kalau melihat daerah Tanjung Bumi dan Burneh, ini terpecah menjadi dua. Yakni, lingkar utara dan selatan dengan luas lahan hampir lebih dari 1.000 hektar,” ujar Kepala Sub Bagian (Kasubag) Perencanaan dan Evaluasi Dispertahortbun Bangkalan Chk Karyadinata, Kamis (2/12/2021).

Menurutnya, tiga titik lainnya berada di Desa Lanjing, Ombul dan Balung Kecamatan Arosbaya. Lahan pertanian di tiga lokasi tersebut seluas 1.000 hektar lebih. Bahkan selama ini, program irigasi di dua kecamatan belum bisa optimal untuk menyuplai pengairan pertanian. “Sedangkan pokir ini belum bisa melakukan pemerataan perbaikan saluran irigasi. Karena anggaran Rp100 juta itu kecil, hanya cukup sekitar 900 meter hingga 1000 meter irigasi,” ucapnya.

Sehingga dia berharap, pemkab bisa memberikan perhatian lebih mengenai infrastruktur irigasi. Sebab kondisi tanah di daerah yang identik dengan slogan Kota Salak berupa tadah hujan. Jika irigasi sekunder atau pusat aliran dari sungai besar berfungsi, bisa dipastikan saluran irigasi juga akan bisa bekerja mengaliri air ke lahan persawahan.

“Kalau irigasi sekundernya tidak berfungsi, maka irigasi tersier dan primernya tidak bisa dimanfaatkan. Jadi kami lihat dulu irigasi sekunder mana yang bisa diperbaiki. Kemudian kami teruskan untuk mendukung irigasi ke lahan-lahan pertanian,” jelasnya.

Senada diungkapkan Kepala DPUPR Bangkalan Ishak Sudibyo. Dia menuturkan,  tahun ini pokir dari dewan melalui instansinya sekitar Rp90 juta per titik. Secara keseluruhan ada tujuh titik di enam kecamatan. Masing-masing, Kecamatan Arosbaya, Konang, Burneh, Tragah, Kwanyar dan Modung. Bahkan tahun 2022,  harus tetap mengandalkan pokir dewan untuk perbaikan dan pembuatan irigasi baru.

“Tapi kami belum tahu persis berapa anggarannya untuk tahun depan. Rata-rata tiap tahun perbaikan saluran irigasi ini dianggarkan segitu (Rp90 juta hingga 100 juta red). Semoga nanti bisa bertambah,” harapnya.

Dua Instansi Penerima Dana Pokir Irigasi

  • Dispertahortbun Rp500 juta
    • Rp100 juta di Kecamatan Tanjung Bumi
    • Rp100 juta di Kecamatan Burneh
    • Rp300 juta di Kecamatan Arosbaya
      • Desa Lanjing
      • Desa Ombul
      • Desa Balung
    • DPRKP Rp630 juta
      • Rp90 juta di Kecamatan Arosbaya
      • Rp90 juta di Kecamatan Konang
      • Rp90 juta di Kecamatan Burneh
      • Rp90 juta di Kecamatan Tragah
      • Rp90 juta di Kecamatan Kwanyar
      • Rp90 juta di Kecamatan Modung

Reporter: Fain Nadofatul M.

Redaktur: Totok Iswanto

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *