oleh

Belum Merata, Formaka Tuntut Perhatian Pemkab Terhadap Listrik Kepulauan

Kabarmadura.id/Sumenep-Forum Mahasiswa Kangean (Formaka) audiensi ke Komisi IV DPRD Sumenep, guna menyampaikan aspirasinya soal listrik di wilayah Pulau Kangean, khususnya Kecamatan Kangayan yang hanya sebatas janji.

Dalam kesempatan tersebut, Koordinator Formaka Rahman menyampaikan beberapa tuntutannya, antara lain, listrik di pulaunya menyala tidak penuh satu malam. Dari pukul 18:00 sampai 00:00 di, sementara bagi masyarakat yang mempunyai kemampuan ekonomi bisa menggunakan sambungan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).

“BLTD memang ada, tapi hanya mencakup satu desa saja, yaitu Desa Daandung, sementara untuk desa-desa yang lain hanya menggunakan BLTD swasta atau perorangan yang harus membayar Rp10 ribu per setengah malam,” katanya, Rabu (2/9).

Aktivis PMII itu juga menyampaikan, dari delapan desa yang tidak tersentuh listrik dari pemerintah, dua desa yaitu Desa Saubi dan Desa Batu Putih sudah menggunakan PLTS sementara untuk enam desa harus menggelontorkan biaya cukup besar untuk menikmati listrik dengan waktu yang cukup singkat.

“Kalau penggunaannya TV, lemari es, dan barang elektronik lainnya, itu beda lagi harganya. Kalau listrik saja harus bayar Rp300 ribu kepada yang punya BLTD, perseorangan bukan milik pemerintah, kalau PLTS di dua desa itu, waktu bu Khofifah berkunjung ke sana (Kangayan red) dapat itu. Dengan problem ini, kami minta Komisi lV agar segera mendesak pemerintah untuk memberikan perhatian listrik di pulau kami,” paparnya.

Sementara itu Anggota Komisi lV DPRD Sumenep Samioeddin menyampaikan, pihaknya hanya akan berkoordinasi dengan pemerintah terkait tuntutan tersebut agar segera dianggarkan.

“Tapi kalau tahun ini rasanya tidak mungkin untuk langsung mengadakan, karena butuh perencanaan anggaran,” tuturnya.

Kepala Dinas DPMD Sumenep Mohammad Ramli menyampaikan, bahwa seperti rencana pemerintah pusat, seluruh daerah di Indonesia khususnya di Sumenep memang akan dilakukan penerangan.

Tetapi diakui, secara geografis selain akses kepulauan cukup sulit, sehingga membutuhkan biaya yang cukup besar dan waktu yang cukup lama untuk menyelesaikannya.

“Kami sudah koordinasi dengan PLN, di kepulauan tersebut akan segera dialiri, tetapi memang listrik belum sampai ke sana, selain itu kami meminta kepada masyarakat agar mempermudah akses jalannya,” ujarnya. (ara/ong)

Komentar

News Feed