Belum Seekor pun Kera Tertangkap, Lima Warga Jadi Korban, Satu Meninggal Dunia

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ ALI WAFA) DIBURU: Beberapa orang relawan beserta personil polisi dan TNI saat melakukan pemburuan terhadap kera liar yang meresahkan warga.

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN –Beberapa hari terakhir ini warga Desa Kacok Kecamatan Palengaan dibuat resah oleh kemunculan segerombolan kera liar dari dalam hutan. Kera-kera itu keluar dari hutan ke pemukiman warga. Tidak hanya menyambangi rumah warga, kera-kera tersebut kerap menyerang warga hingga terluka.

Menurut informasi yang berhasil dihimpun dari Supervisor Pusdal Ops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan, Budi Cahyono, sedikitnya lima warga menjadi korban keganasan kera liar itu. Bahkan, dua di antaranya mengalami luka parah hingga dilarikan ke Puskesmas Palengaan.

“Kabarnya, warga sampai ketakutan untuk keluar saat malam hari,” terangnya.

Bahkan berdasar laporan warga, satu orang meninggal dunia setelah sebelumnya digigit kera liar. Karena cukup meresahkan, pihaknya bersama beberapa anggota TNI dan Polri melakukan perburuan ke hutan sekitar, hingga ke Desa Rek Kerrek. Meski telah dua hari melakukan perburuan, tak seekor pun kera tertangkap. .

Sementara itu, hari ini pihaknya menerjunkan enam orang, dibagi menjadi dua tim. Satu tim melakukan penyisiran dari arah barat Desa Kacok dan satu tim lagi menyisiri dari arah timur. Kedua tim tersebut menyusuri sepanjang hutan dengan bekal senapan angin. Menurutnya, mereka telah cukup berpengalaman memburu binatang liar seperti babi hutan.

“Yang dihadapi medannya cukup luas dan curam. Di sisi lain, kami khawatir ada binatang liar lain yang harus diwaspadai,” tambahnya.

Pihaknya meyakini, kera-kera liar tersebut keluar dari habitatnya ke pemukiman warga karena faktor perubahan alam serta sumber makanan di hutan yang mulai menipis. Kendati kera-kera tersebut jenis kera biasa, namun akan membahayakan saat mereka merasa terancam. (ali/maf)

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *