oleh

Belum Sempat Dihuni, Gedung Baru DPRD Bangkalan Dibobol Maling

Kabarmadura.id/BANGKALAN-Belum juga ditempati, gedung baru Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangkalan sudah dibobol maling. Kasus pencurian itu diketahui, pagi hari pada Senin (13/4/2020) lalu.

Dari aksi pencurian itu, sejumlah barang- barang raib di gedung senilai Rp 45 miliar itu, antara lain elektronik dan peralatan kamar mandi.

Ketua DPRD Bangkalan Mohammad Fahad yang baru mendengar informasi tersebut merasa kaget. Pihaknya meminta agar pihak kepolisian mengusut tuntas kasus ini. Pasalnya, gedung baru itu belum ditempati oleh anggota legislatif Bangkalan lantaran masih ada tahap pembangunan lanjutan yang harus diselesaikan.

“Kami mendesak Polres Bangkalan mengusut tuntas kasus ini,” tegasnya.

Menurutnya, status gedung tiga lantai itu masih dalam tahap pemeliharaan pihak kontraktor. Politikus Partai Gerindra itu menjelaskan, pembangunan gedung di atas lahan seluas 13.250 meter persegi dengan luas bangunan 5.778 meter persegi ini, sebenarnya sudah rampung pada 22 Desember 2019, namun belum diserahterimakan ke DPRD Bangkalan.

“Enam bulan pasca pembangunan masih menjadi tanggung jawab kontraktor. Meski demikian, kami tetap menyesalkan kasus pembobolan gedung baru itu,” ungkapnya.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Bangkalan AKP Agus Sobarnapraja menuturkan, kejadiannya berlangsung antara pukul 07.00-09.00 WIB. Dirinya mengaku, telah menerjunkan tim khusus untuk melakukan penyelidikan guna mengungkap pelaku dan modus operandi pencurian di gedung yang berlokasi di Jalan Halim Perdana tersebut.

“Kami sudah memeriksa empat orang saksi. Penyidik Satreskrim juga telah melaksanakan olah TKP dan saat ini sedang melakukan proses penyelidikan terhadap para pelaku,” imbuhnya.

AKP Agus menceritakan, pelapor dihubungi oleh pekerjanya, yakni tukang bersih –bersih di gedung baru itu, memberitau bahwa 2 pintu samping kantor baru (barat dan timur) dalam keadaan terbuka.

Kemudian dengan adanya kejadian tersebut, pelapor langsung berangkat dan memeriksa ke gedung baru DPRD dan setelah sampai pelapor mendapati 2 pintu samping gedung sudah terbuka dan rusak.

“Kemudian ruang CCTV juga dalam keadaan berantakan dan melihat barang-barang miliknya sudah tidak ada di tempat,” terangnya.

Mengenai barang-barang yang telah hilang, AKP Agus mengungkapkan, beberapa barang seperti barang elektronik raib digondol maling. Juga berupa 2 unit layar LCD merk Samsung ukuran 42 inci, 2 unit DVR, 1 unit ampli, 1 set PABX atau penyambung telepon antar ruangan, speaker selector, dan werless mikrofon.

Selain itu, panel AC, panel penerangan, panel pembagi masing-masing satu unit, 16 keran wastafel, 18 shower, 18 jet shower dan 12 kran urinoir. Bahkan, kabel-kabel trafo listrik di dalam gedung juga rusak berserakan. Total kerugian materialnya ditaksir sekitar Rp150 juta.

Atas kejadian ini, laporan tersebut terlampir dalam laporam polisi nomor: LP/72/IV/2020/JATIM/RES BKL tertanggal 13 April 2020, tentang tindak pidana pencurian dengan pemberatan sebagaimana dimaksud dalam pasal 363 KUHP. (ina/waw)

Adapun barang-barang yang dibawa oleh pelaku:

  1. 2 (dua) unit LED merk Samsung
  2. 2 (dua) unit DVR 1 tera merk Honeywell
  3. 2 (dua) unit PABX merk Panasonic
  4. 1 (satu) unit wireless microphone merk TOA
  5. 1 (satu) unit speaker selektor merk TOA
  6. 1 (satu) panel AC.
  7. 1 (satu) panel penerangan.
  8. 1 (satu) panel pembagi.
  9. 16 keran wastafel.
  10. 18 shower.
  11. 18 jet shower.
  12. 12 keran urinoir.

Komentar

News Feed