Belum Sepaham dengan Perkimhub, Pemilik Kapal Tongkang di Sumenep Minta Solusi

News132 views

KABARMADURA.ID | SUMENEP. KALIANGET-Setelah tiga kapal melakukan aksi mogok beroperasi di jalur Kalianget-Talango dan sebaliknya sejak Kamis (2/2/2023) kemarin, akhirnya penyeberangan kapal tongkang kembali aktif. Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang (Kabid) Prasarana dan Keselamatan Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Perhubungan (Perkimhub) Sumenep  Dadang Dedy Iskandar, Senin (6/2/2023). 

Dia mengaku, penyeberangan kapal tongkang Kalianget-Talango kembali beroperasi lantaran sudah melayangkan surat teguran kepada pemilik kapal terkait aksi mogok. Bagi pemilik yang mangkel, sudah jelas akan menerima teguran tegas. Yakni, berupa pencabutan izin operasional menarik trayek di perairan. 

Banner Iklan Stop Rokok Ilegal

“Setelah kami telusuri, ada dua alasan aksi mogok beroperasi yang dilakukan trayek kapal tongkang, pertama karena mereka kesulitan keluar masuk di sisi Pelabuhan Kalianget, karena sedang dilakukan pembangunan dermaga, dikhawatirkan bisa menimbulkan gesekan antar kapal tongkang,” ujarnya kepada Kabar Madura.

Baca Juga:  Dua Hari Rampas Belasan Ribu Batang Rokok Ilegal di Sejumlah Toko Wilayah Pelosok Desa

Namun saat ini, sudah merealisasikan pengaturan ulang atau aktivasi gerak kapal bagi penumpang yang hendak menggunakan kapal tongkang sebagai alat transportasi. Yakni, setiap hari harus ada tiga kapal tongkang beroperasi. Sedangkan satu kapal tongkang nantinya akan menjadi cadangan. Sehingga nantinya kapal tongkang bisa bergilir mengangkut penumpang. 

Untuk diketahui, terdapat empat kapal tongkang yang melayani penyeberangan Kalianget-Talango. Masing-masing, KM Serbaguna lll, KM Safaraz Jaya, KM Karjon dan KM Samporna Maju.

Sementara itu, pemilik KM Karjon Joni Kusnardi merasa keberatan bila tiga kapal tongkang beroperasi bersamaan dalam sehari. Sebab, kondisi itu akan berakibat terhadap biaya operasional kapal. Diharapkan, semua pihak bisa duduk bersama untuk menemukan solusi. “Kalau tetap tiga kapal harus beroperasi, ini namanya seperti membunuh kami secara perlahan,” responnya. 

Baca Juga:  Meneladani KH Abdul Hamid untuk Bangsa, Puluhan Ribu Orang Penuhi Haul ke-90 di Pesantren Banyuanyar

Pewarta: KM68

Redaktur: Totok Iswanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *