Belum Susun Skema Pendrisbutisian Air di Musim Kemarau, BPBD Sebut Pamekasan Belum Krisis Air

News91 views

KABARMADURA.ID | PAMEKASAN Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan sejauh ini masih belum melakukan penyusunan terkait wilayah yang akan mendapatkan pendistribusian air tahun 2023. Padahal, berdasarkan rilis dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) puncak musim kemarau tahun ini diperkirakan terjadi pada bulan Juli-Agustus mendatang.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Pamekasan Yusuf Wibiseno mengatakan, belum disusunnya skema pendistribusian air itu, dikarenakan pihaknya masih belum mendapatkan laporan data terbaru dari masing-masing kecamatan. Menurutnya, diperlukan pendataan baru terkait zona wilayah dusun dan desa di setiap kecamatan. 

“Sejauh ini, data dusun dan desa di setiap kecamatan masih belum masuk kepada kami. Mungkin, pihak kecamatan masih sibuk. Baru kalau data sudah masuk, kita susun skema dan schedule pendistribusiannya. Insya Allah akhir bulan ini sudah bisa di-launching penanganan kekeringan 2023.” Ungkap Yusuf, Rabu (7/6/2023).

Baca Juga:  BMKG Prediksi Kemarau 2026 Lebih Kering dan Panjang

Yusuf mengungkapkan, saat ini wilayah Pamekasan masih tidak dikategorikan sebagai kawasan krisis air. Sebab pada bulan Mei lalu, di Pamekasan masih turun hujan. Sehingga ketersediaan air di beberapa wilayah masih tersedia. 

Kendati demikian, pihaknya mengimbau agar masyarakat menghemat air. Hal itu dikarenakan, musim kemarau bersamaan dengan masa tanam tembakau. Sehingga diperlukan penggunaan air yang secukupnya. 

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

Dikatakannyya, pada 2022 lalu, terdapat 9 kecamatan yang terdiri dari  72 desa dan 321 dusun yang mengalami kekeringan. Adapun 9 kecamatan itu antara lain; Pegantenan, Larangan, Pasean, Batumarmar, Waru, Palengaan, Pademawu, Kadur, dan Tlanakan. Namun, kata Yusuf, data tersebut tidak bisa dijadikan patokan untuk tahun ini, karena sifatnya bisa berubah.

Baca Juga:  Puluhan Desa di Bangkalan Hadapi Ancaman Kekeringan, BPBD Klaim Siapkan Skema Penanggulangan

“Meskipun tidak masuk pada kategori krisis air, masyarakat harus tetap hemat air. Karena kemarau ini bersamaan dengan tanam tembakau yang perawatannya membutuhkan air. Penggunaan air yang bersifat konsumtif, gunakan seperlunya saja,” pungkasnya.

Pewarta: Safira Nur Laily

Redaktur: Moh. Hasanuddin 

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *