Belum Swab Test, Seorang ODP di Kabupaten Sampang Meninggal

  • Whatsapp
Dokumen

Kabarmadura.id/SAMPANG-Setelah sebelumnya sempat menjalani pengobatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Mohammad Zyn Sampang, seorang warga inisial SL (65), yang bersatus orang dalam pemantauan (ODP) wabah Covid-19 itu, meninggal.

Meski belum sempat menjalani test swab, SL yang sempat dirawat isolasi lantaran menunjukan hasil reaktif Covid-19 pada rapid tes, dimakamkan dengan menggunakan protap dan SOP pengurusan jenazah Covid-19.

Bacaan Lainnya

Juru bicara Tim Satgas Covid-19 Kabupaten Sampang Djuwardi mengatakan, SL yang berstatus ODP meninggal Sabtu (2/5/2020) sekitar pukul 18.00 WIB di ruang perawatan isolasi pasien Covid-19 balai latihan kerja (BLK) Sampang.

Dirinya menjelaskan, SL sudah dirawat di RSUD dr Mohammad Zyn selama tiga hari karena infeksi penyakit paru-paru. Tetapi setelah dilakukan rapid tes, SL menunjukkan reaktif Covid-19. Oleh karena itu, SL langsung dibawa ke tempat rawat isolasi di BLK Sampang.

“Tak berselang lama diisolasi di BLK, SL meninggal dunia dan pengurusan jenazahnya menggunakan protap dan SOP penanganan Covid-19, kendati belum dilakukan test swab,” ucap Djuwardi, Minggu (3/5/2020).

Untuk itu, Djuwardi mengimbau kepada masyarakat, khusunya di Sampang agar tetap tenang, tidak panik serta tidak mengkaitkan-kaitkan meninggalnya SL ini dengan wabah Covid-19, karena status yang bersangkutan masih ODP.

Lanjut dia, hasil rapid tes Covid-19 hanya digunakan sebagai penyaringan awal untuk dilakukan tahapan berikutnya. Tetapi untuk mendiagnosis seseorang terkonfirmasi wabah Covid-19 dapat dilihat dari pemeriksaan swab dengan Polymalerase Chain Reaction (PCR).

Sambung dia, kedepan pihaknya berjanji masih terus lakukan pelacak terdahap keluarga dan orang yang pernah kontak dengan SL tersebut, untuk dilakukan rapid test. Pihak harap, masyarakat tetap tenang dan tidak panik. Tetap ikuti arahan pemerintah terkait pencegahan dan penanhanan wabah covid-19.

“Protap dan SOP pengurusan jenazah Covid-19 untuk SL ini sebenarnya hanya antisipasi saja,” terang Djuwardi. (sub/pin)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *