oleh

Belum Turun Dari Pemerintah Pusat, Diskan Sumenep Target 235.000 Ton Garam Fakyat

Kabarmadura.id/SUMENEP-Pada musim kemarau tahun 2020, Dinas Perikanan (Diskan) Sumenep menargetkan produksi garam rakyat sebanyak 235.000 ton, masih sama dengan target produksi tahun 2019 lalu.

Kepala Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Sumenep Arif Rusdi mengatakan, target produksi garam tersebut diharapkan mencapai target. Bahkan, dapat melebihi seperti pada tahun sebelumnya yang ditargetkan sama.

“Produksi garam sangat bergantung pada cuaca. Ketika kemarau seperti tahun kemarin, memberikan keuntungan di bidang produksi garam,” katanya (31/08).

Dijelaskan, Kemarau sangat berpengaruh pada produksi garam. Jika cuaca panas, produksi garam juga akan melimpah atau sebaliknya. Jika capaian saat ini melebihi target, dinilai hal itu luar biasa. Sebab, capaian target tahun sebelumnya dapat melampaui target karena didukung lahan integrasi Garam.

“Semoga semuanya berjalan sesuai harapan. Jika dilakukan dengan usaha yang keras pula,” tuturnya.

Untuk produksi garam di Sumenep, terdapat sejumlah wilayah tambak garam. Di antaranya, di Kecamatan Saronggi, Kecamatan Batu Putih, Kecamatan Kalianget, Kecamatan Gapura, dan kecamatan lain yang dapat melaksanakan proses produksi.

Tahun 2019, Diskan Sumenep akan dapat mendukung produksi garam baik dari sisi Kualitas maupun kuantitas. Sehingga, pemerintah tidak sembarang menentukan produksi.

Pada tahun 2019 lalu produksi Garam rakyat mencapai 332.009,60 ton dari target produksi 235.000 ton. Stok garam di tahun 2019 sebanyak 102.820,35 ton.

Dia menjelaskan, Garam rakyat saat ini mulai diproduksi sebanyak 1.000 ton lebih. Produksi garam saat ini masih berjalan. Sehingga, target produksi saat ini dipatok mengacu pada tahun sebelumnya.

Pada dasarnya, target produksi garam dari pemerintah pusat belum turun. Alasan tidak turunnya target produksi garam, Rusdi mengaku tidak begitu mengetahui. Tetapi, dirinya selalu berkoordinasi dengan pemerintah pusat sejak Awal 2020 hingga saat ini.

Sementara itu, anggota Komisi II DPRD Sumenep Juhari mengatakan, meminta segera dilakukan fasilitasi untuk garam. Menurutnya, Dinas terkait harus senantiasa melakukan pendampingan serta mengawal kebutuhan garam, mulai dari panen hingga pasca panen wajib dilakukan.

“Jika tidak segera bergegas maka para perambak belum dapat berbuat apa-apa,” ujarnya. (imd/ong)

Komentar

News Feed