Bendahara Koperasi Bhinneka Karya Minta Terlapor Segera Diperiksa

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ ALI WAFA) BELUM DIPERIKSA: Seorang warga sedang melihat kondisi kantor Koperasi Bhinneka Karya yang sudah lama ditutup.

KABARMADURA.ID;PAMEKASAN-Pemeriksaan oleh Kepolisian Resor (Polres) Pamekasan terhadap pelapor pada kasus dugaan penggelapan uang anggota Koperasi Bhinneka Karya sudah dilakukan. Namun, kendati nama-nama terlapor sudah jelas, Polres Pamekasan belum memanggil para terlapor.

Bendahara Koperasi Bhinneka Karya, Bambang Irianto mengaku menunggu tindakan selanjutnya dari Polres Pamekasan untuk memanggil Ketua Koperasi Bhinneka Karya, Djatim Makmum. Sebab menurutnya, dia merupakan aktor yang paling bertanggung jawab atas lenyapnya miliaran uang milik ratusan anggota Koperasi Bhinneka Karya.

Bambang menyebut bahwa Djatim pernah mengaku akan lari ke Malaysia jika dia dilaporkan.

“Tapi sampai sekarang, setelah saya diperiksa, menyerahkan dokumen, rupanya belum memanggil terlapor. Karena katanya masih gelar perkara,” terang Bambang.

Sementara menurut pengakuan salah satu anggota Koperasi Bhinneka Karya, Ashari, Djatim Makmum tidak bertindak seorang diri dalam menggelapkan uang anggota koperasi. Sebab, pada tahun 2020 lalu, Djatim sempat melaporkan salah satu karyawan koperasi atas nama Suharto kepada pibak kepolisian atas tuduhan penggelapan dana koperasi sebesar Rp71 juta lebih, pada 16 Juli 2020 lalu.

Namun Djatim mencabut laporan itu karena Suharto mengancam akan menyeret Djatim dalam kasus tersebut. Sebab, Suharto tidak sendiri dalam menggunakan dana koperasi, tetapi juga bersama Djatim dan karyawan yang lain. Kendati begitu, Suharto berjanji akan mengganti dana koperasi dengan mengangsur. Namun, hingga saat ini Suharto tidak mengembalikan.

“Iti diketahui tahun 2019 kemarin. Temuan itu bisa bertambah, karena Suharto jadi karyawan sejak tahun 1996,” ungkap Ashari.

Hingga berita ini ditulis, Ketua Koperasi Bhinneka Karya, Djatim Makmun tidak bisa dikonfirmasi. Namun, Bambang Irianto meyakini, Djatim Makmun masih berada di wilayah Pamekasan. Bambang mengaku terakhir berkomunikasi dengan Djatim yaitu sebulan yang lalu, saat rapat koordinasi mengenai penyelesaian masalah di kantor Koperasi Bhinneka Karya.

Reporter: Ali Wafa

Redaktur: Wawan A. Husna

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *