KABARMADURA.ID | SUMENEP -Penambahan bangunan Balai Benih Ikan (BBI) tidak sesuai dengan minat penjualan benih ikan yang kian sepi. Kondisi inilah cukup menjadi perhatian serius dari kalangan wakil rakyat. Terutama dalam mengevaluasi adanya tambahan bangunan yang tidak sesuai dengan realisasi benih ikan.
Anggota Komisi II DPRD Sumenep Juhari mengatakan, semestinya penambahan BBI disesuaikan dengan minat benih ikan. Apabila sepi, tidak perlu adanya tambahan bangunan BBI. Sebagai solusi sepinya peminat, paling tidak mengoptimalkan sosialisasi ke seluruh kelompok pembudidaya ikan (pokdakan).
“Dinas terkait perlu mendatangi masing-masing pokdakan untuk mengevaluasi sepinya peminat ini. Minimal memberikan arahan agar peminat benih ikan semakin meningkat,” ujarnya kepada Kabar Madura, Selasa (5/12/2023).
Pihaknya berjanji, akan memanggil organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Tujuannya, agar tahun 2024 mendatang tidak lagi terjadi hal yang sama. Sehingga adanya tambahan pembangunan BBI sesuai dengan peningkatan minat benih ikan.
“Mungkin hal ini akan menjadi bahan evaluasi kami, agar kedepan tidak lagi terjadi hal serupa, artinya adanya tambahan bangunan sesuai dengan tingginya peminat benih ikan,” paparnya.
Sementara itu, Fungsional Pengelolaan Ikan Ahli Muda (Diskan) Sumenep Moh. Subhan Hedir mengaku, secara umum ketersediaan benih ikan dan pembangunan BBI Sumenep sudah selaras. Dari semula 7 bibit ikan saat ini menjadi 14 ribu bibit ikan. Hanya saja dalam realisasinya, ketersediaan benih ikan masih sepi peminat.
“Saat ini kebutuhan masyarakat kurang lebih 307 benih ikan lele. Insya Allah kami akan mengevaluasi sepinya peminat benih ikan ini,” responnya.
Sementara itu, Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Perikanan Budidaya Air Tawar Dinas Perikanan (Diskan) Sumenep Yusuf Masri mengaku, BBI di Sumenep belum maksimal. BBI terbangun sejak 2015 lalu. Sebab tidak ada peminat, ditambah pembangunan lagi tahun 2021. “Tapi, saat ini belum ada tambahan peminat dari pembudidaya ikan,” paparnya.
Pewarta: Imam Mahdi
Redaktur: Totok Iswanto





