Paguyuban “Rumah Desa Hebat” Bentuk Ekonomi Kreatif Melalui Ternak Ayam Bangkok

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IST) KREATIF: Peningkatan ekonomi masyarakat mulai tertata dengan baik, seperti peternakan ayam bangkok yang digagas oleh kelompok  Rumah Desa Hebat Desa Daleman Kecamatan Kedungdung Kabupaten Sampang.

KABARMADURA.ID, SAMPANG-Berbagai cara dilakukan untuk memperoleh keuntungan. Terutama untuk melestarikan perekonomian kreatif.  Melalui Rumah Desa Hebat di Desa Daleman Kecamatan Kedungdung Kabupaten Sampang inovasi tersebut  terealisasi. Yakni, dengan beternak ayam bangkok.

Awalnya, paguyuban Rumah Desa Hebat tersebut hanya fokus pada kualitas anak-anak desa terkait pendidikan. Namun, berdasarkan kesepakatan dan dukungan dari semua pengurus dan simpatisan terbentuk ekonomi kreatif dengan usaha mandiri. Akhirnya, peternakan menjadi solusi utama untuk meningkatkan perekonomian kreatif.

Bacaan Lainnya

Founder Peternak Ayam Rumah Desa Hebat, Abu Rizal mengatakan, ternak ayam merupakan jenis baru yang baru dirintis. Sehingga perlu bekerja ekstra untuk memaksimalkan. Peternakan Rumah Desa Hebat merupakan peternakan dengan ikhtiar menjadi organisasi yang mandiri secara finansial, dan menciptakan perekonomian kreatif.

“Peternakan ini dirintis secara mandiri dengan basis kelompok, sehingga untuk mudal dan lainnya secara patungan antara pengurus, dan dibantu oleh pembina Rumah Desa Hebat. Jadi, inisiatif tersebut dilakukan secara bersama. “Yang dibentuk itu Desember 2020, dan ini atas dukungan dari semua pengurus untuk membuat ekonomi kreatif yang dilakukan oleh pemuda desa secara mandiri,” tuturnya, Minggu (7/3/2021).

Lebih lanjut ditegaskan, pengelolaan peternakan dikoordinir oleh Diasyuryta Adeputri. Menurutnya, orang tersebut  cukup kompeten di bidang peternakan. Bahkan, seorang dokter hewan dan dosen peternakan di Universitas Madura (Unira) Pamekasan. Kemudian, pengurus peternakan yang terdiri dari 10 orang.

Selain itu sebagai perlindungan di bidang peternakan, dirinya bekerja sama dengan Puskeswan Omben. Menurutnya, jumlah ayam ternak saat ini kurang lebih 100 ekor, dan semuanya ayam bangkok. Sehingga, jika nanti terjadi kendala atau problem dalam peternakan, setidaknya tinggal komunikasi dengan Puskeswan Omben.

“Dari pembuatan kandang, kami dibantu oleh warga dan anak-anak di desa, jadi kami murni untuk peningkatan ekonomi, karena kami juga libatkan semua pengurus untuk mengelola peternakan ini,” tukasnya.  (mal/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *