Bentuk Karang Taruna Murtajih, Faridi Pertegas 3 Hal

Sosial181 views

KABARMADURA.ID | Pamekasan — Ketua Karang Taruna Kecamatan Pademawu Pamekasan Moh. Faridi, menghadiri pembentukan Karang Taruna Desa Murtajih, Pademawu, Pamekasan, Senin (5/6/2023) malam. Dalam sambutannya, Faridi menyampaikan tiga pesan penting kepada pemuda Murtajih yang hadir dalam acara tersebut.

Pertama, menurut Faridi, pemuda yang lahir di Pademawu mempunyai keistimewaan (privilege) lebih; penduduknya banyak menjadi abdi negara, sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kabupaten Pamekasan.

Banner Iklan Stop Rokok Ilegal

“Oleh karena itu, kita semua harus mengolah privilage tersebut hingga menjadi nilai lebih yang benar-benar menegaskan hak istimewa tersebut,” kata Dosen IAIN Madura itu.

Kedua, di Kabupaten Pamekasan ini pernah dipimpin oleh raja yang luar biasa, Roggosukowati. Dia pernah dicatat dalam sejarah bahwa saat itu Pamekasan mengalami paceklik karena lama tidak turun hujan. Lalu Raja Ronggosukowati menemui orang ternama yaitu Syaikh Abdurrahman dikenal dengan panggilan Bhuju’ Rabah.

“Dan di sanalah kemudian tidak pernah ada kemajuan di Kabupaten Pamekasan ini tanpa melibatkan Kecamatan Pademawu,” ujarnya.

Baca Juga:  Jelang Lebaran, AJP Santuni 161 Anak Yatim

Ketiga, soal kepemudaan. Masyarakat Pademawu adalah orang yang paling berani untuk berkontestasi untuk menjadi pegawai negeri baik itu polisi, pegawai Lapas, dan TNI.

“Pertanyaannya adalah bagaimana dengan yang ekonomi menengah ke bawah, bisa tidak berkontestasi? Lalu apakah kita harus berhenti di situ?” tanya Faridi.

Faridi dengan tegas menjawab tidak. Sebab, ada Undang-Undang Permensos 25 Tahun 2019 mengatur tentang kepemudaan itu. Jika dijalankan, maka fungsi kepemudaan ini akan bernilai lebih dari yang dijelaskan diawal.

Jika selama ini pemuda dianggap anak nakal yang suka minta duit pada orang tuanya, tegas Faridi, maka mindset tersebut harus diubah.

“Saya menghimpun pemuda dari berbagai desa di Pademawu dalam suatu wadah yang namanya Karang Taruna, salah satunya adalah ingin mengubah mindset tersebut. Sehingga kita hadir bukan menjadi orang yang meminta sesuatu tapi orang yang bisa memberi sesuatu,” katanya.

“Maka, menjadi orang penting, menjadi orang sukses, dan menjadi berguna itu bukan soal kamu anaknya siapa. Tetapi, kamu mau berbuat tidak untuk kemajuan Pademawu ini,” tegas Faridi.

Baca Juga:  Banyak Masyarakat Salah Memahami Agama, Ketua GP Ansor Pamekasan Dukung Program Kampung Moderasi Beragama

Faridi mengajak para pemuda Murtajih untuk menjadi perkumpulan para pemuda guna tumbuh dan berkembang dengan tujuan dari pemuda untuk pemuda, untuk kesejahteraan desa.

“Jadi kita kumpul ini, untuk tumbuh berkembang bersama. Karena ukuran kemajuan desa selanjutnya ada di karang taruna,” paparnya.

Selanjutnya, Faridi menegaskan fungsi hidup di dunia ini. Dalam 24 Jam, mari kita hitung berapa jam pekerjaan kita bermanfaat untuk orang lain disekitar kita. Paling antara dua sampai tiga jam.

“Selebihnya kita hanya sibuk sendiri mainin handphone kita. Lalu 21 jamnya kita buang sia-sia. Jadi, mari kita tegaskan bersama-sama pada malam ini, mungkin dengan Karang Taruna yang malam ini kita bentuk, kita bisa menambah manfaat hidup untuk orang-orang di sekitar kita. Tentu dengan program yang kita akan rumuskan nanti,” tukasnya.

Kontributor: Syaiful Haq

Redaktur: Sule Sulaiman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar