oleh

Bentuk Komunitas Kontraktor, Edukasikan Kualitas Pekerjaan

Kabarmadura.id/SUMENEP-Peran jasa konstruksi dalam membantu Pemerintah Kabupaten (pemkab) Sumenep tidak hanya fokus dalam pembangunan. Namun aksi sosial lainnya seperti pembagian masker dan memberikan edukasi tentang bagaimana cara menjaga dan menjamin kualitas pembangunan.

Pembangunan tersebut meliputi proyek jalan, pembangunan gedung, dan pembangunan lain yang memang menjadi progres pemerintah daerah, yang memang direncanakan di setiap tahun.

Komunitas kontraktor yang tergabung dalam Forum Jasa Konstruksi (Forjasi) ini, bertujuan untuk memberikan pelayanan dan mempunyai hubungan baik dengan pemerintah ketika melakukan koordinasi, terutama yang berhubungan pekerjaan dan kualitas pembangunan.

“Forjasi itu wadah, biar ketika ada permasalahan di lapangan bisa diselesaikan secara bersama-sama, dan tidak menunggu ada permasalahan, ketika ada kebutuhan untuk memberikannya kelancaran pembangunan, tentunya kami selalu koordinasi, musyawarah lah,” katanya Hairul Anwar Ketua Forjasi Sumenep.

Ketua Asosiasi Kontraktor Konstruksi Indonesia (Aksindo) dan Asosiasi Ketenagalistrikan Indonesia (Aklindo) itu juga menyampaikan, komunitasnya itu juga sering berpartisipasi dalam membantu pemerintah untuk memudahkan masalah yang dihadapi. Termasuk membantu pemerintah dalam meringankan beban masyarakat, terlebih pada masa mewabahnya Covid-19 di Sumenep yang hampir melumpuhkan semua sektor. Pihaknya kerap bergabung untuk terlibat langsung dan memberikan bantuan materi seperti alat pelindung diri (APD) untuk tenaga kesehatan (nakes) dan bantuan yang lainnya.

“Dalam Forjasi itu juga menaungi beberapa komunitas konstruksi, puluhan di Sumenep. Termasuk Aksindo, Aklindo itu yang kebetulan saya juga ketuanya. Memang sering tampil membantu pemerintah dan masyarakat,” imbuhnya.

Selain itu, keberadaan komunitas juga membantu memudahkan mengurus administrasi termasuk labelisasi, spesifikasi perusahaan, tenaga terampilnya, dan kompetensi lain, yang secara legalitas dapat mempertanggungjawabkan hasil kinerja.

“Ada di perusahaan itu yang mesti diperpanjang setiap tahun, maka kami membantunya, termasuk uji kompetensi, kalau wartawan ada UKW (Uji Kompetensi Wartawan), kami juga ada barometernya, maka kami juga bisa bantu itu,” paparnya.

Kendati demikian, dia berharap terutama kepada pemerintah, agar menjadi benteng, atau dapat memberikan bantuan secara hukum.

“Kami sudah bekerja dengan baik, ketika selesai pengerjaan proyek, langsung diperiksa oleh Inspektorat, BPK, dan yang lainnya. Tapi masih diusik beberapa tahun kemudian, ayolah itu juga minta perhatian pemerintah, disini kami sudah bekerja sesuai prosedur dan menjaga kualitas,” pungkasnya.(ara/mam)

Komentar

News Feed