oleh

Beras Sejahtera Belum Tersalurkan di Dua Kecamatan

Kabarmadura.id/PAMEKASAN-Meski pemerintah sudah menggratiskan biaya penebusan beras sejahtera (rastra), penyalurannya masih terbengkalai. Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di beberapa desa di dua kecamatan di Pamekasan kini tidak menerima program bantuan sosial tersebut.

Koordinator Lapangan Bulog Sub Divre XII Madura Darsono mengatakan, hingga Maret 2019, terdapat dua kecamatan yang belum melakukan serapan rastra ke gudang bulog untuk kemudian disalurkan pada KPM rastra. Yakni, Kecamatan Larangan dan Kecamatan Pegantenan.

Selain desa-desa yang tersebar di dua kecamatan tersebut, juga ada dua desa di Kecamatan Palengaan yang sampai saat ini belum menyalurkan rastra kepada KPM.

Darsono meminta agar desa-desa yang belum mengambil jatah rastra di gudang Bulog, segera melakukan proses pengajuan pengambilan jatah. Itu agar bisa segera disalurkan dan dinikmati oleh KPM rastra.

“Desa Banyupelle dan Palengaan Laok, Kecamatan Palengaan juga belum mengambil jatah rastra,” katanya, Selasa (12/3).

Lebih lanjut Darsono menjelaskan, untuk tahun ini pagu rastra di 13 Kecamatan di Pamekasan tidak mengalami perubahan dari tahun sebelumnya. Yakni sebanyak 9.930.960 ton dengan target sasaran 82.278 KPM. Dengan penyaluran perbulan sebanyak 827.580 kilogram.

Sementara untuk stok beras di gudang Bulog, pihaknya mengatakan stok rastra untuk KPM bulan ini masih aman. Meskipun diakuinya, pada beberapa terakhir, pihaknya belum mendapat suplay beras dari kantor Bulog Provinsi Jawa Timur.

“Untuk stok rastra masih aman untuk dua bulan ke depan,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Pamekasan Muhammad Sahur, mewanti-wanti agar penyaluran bansos rastara diawasi dengan ketat. Baik saat masih di gudang Bulog maupun saat pendistribusian pada masing-masing KPM bansos rastra.

Dia mengingatkan, agar penyaluran rastra tidak layak konsumsi seperti yang terjadi pada tahun tidak kembali terjadi. Sebab, jatah bansos rastra itu, benar-benar dibutuhkan masyarakat tidak mampu untuk dikonsumsi.

“Kalau ada warga yang masih menerima rastra yang tidak layak konsumsi, segera laporkan agar kami tindaklanjuti,” tandasnya. (pin/nam)

Komentar

News Feed