Berat Membagi 10 Persen, Alasan Petronas Merugi Dipatahkan PT. PJSE

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FATHOR RAHMAN) SERIUS: Sejumlah pihak berharap Petronas setujui pengelolaan PI sepuluh persen untuk pemerintah daerah di lokasi eksploitasi.

KABARMADURA.ID, SAMPANG-Perusahaan milik Pemerintah Sampang dan Jawa Timur, menyatakan siap mengelola minyak dan gas bumi (migas). Dua perusahaan tersebut adalah PT. Geliat Sampang Mandiri (PT. GSM) dan PT. Petrogas Jatim Utama (PT. PJU) yang membentuk PT. Petrogas Jatim Sampang Energy (PT. PJSE).

Kepastian itu ditegaskan, setelah membaca peluang pengelolaan bisnis migas hasil participating interest (PI) dari Sumur Hidayah 1 PC North Madura II Ltd yang dikelola Petronas Carigali. Diketahui, perusahaan raksasa migas asal Malaysia itu sedang eksploitasi di perairan utara Sampang. 

Bacaan Lainnya

PT GSM dan PT PJSE merupakan dua perusahaan berstatus badan usaha milik daerah (BUMD). Keduanya siap melakukan join, jika 10 persen dana PI dari eksploitasi Petronas di Sampang terealisasi.

Kesiapan dua perusahaan itu ditegaskan terkahir kali ketika mereka dihadirkan pada rapat Panitia Kerja (Panja) DPRD Sampang pekan terakhir Januari 2021 lalu. 

Direktur Utama (Dirut) PT. PJSE, Buyung mengaku, kesiapannya mengelola bisnis to bisnis bersama Petronas Carigali, dipastikan akan mengikuti prosedur yang benar.

“Saat ini kami hanya menunggu keputusan Petronas. Begitu mereka menyetujui, kami sudah bisa menjalankan tugas,” katanya.

Selama ini, upaya komunikasi maupun berbagai prosedur lain sudah ditempuh. Namun karena Petronas masih mengaku belum mendapat keuntungan, bahkan eksploitasinya masih merugi, membuatnya belum sepakat dengan pembagian 10 persen itu. 

Namun Buyung menegaskan, sudah ada pertanda Petronas akan sepakat. Terutama pasca rapat antaran Panja DPRD Sampang dan Petronas di Kuala Lumpur, Malaysia beberapa waktu lalu. Sayangnya, sampai pekan kedua Februari 2021, belum ada kabar lanjutan  tentang janji Petronas itu.

Soal kesiapan sumber daya manusia (SDM) yang ahli, pihaknya mengaku sudah mempersiapkan. Bahkan, sudah mulai menghitung penghasilan Petronas di lepas pantai utara Sampang.

Dari data yang dikumpulkan, Petronas Caligari mendapatkan hasil produksi minyak mencapai 15.000 barel oil per day (BOPD). Sementara produksi gas sebesar 30 mmscfd. Bahkan di awal-awal produksi mampu menghasilkan 18.000 BOPD sampai 20.000 BOPD.

Dari data itu, kata Buyung, Petronas sudah mendapatkan keuntungan dalam beberapa tahun terkahir. Sehingga tidak mungkin Petronas terus merugi. 

“Versi perhitungan kami, semestinya Petronas sudah untung. Jika beralasan rugi, saya rasa kurang tepat,” katanya.

Dirut PT. Geliat Sampang Mandiri (GSM) Moh. Tamsul juga menegaskan hal serupa. Menurutnya, Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Permen ESDM) Nomor 37 Tahun 2016, memberikan peluang bagi daerah mengelola PI sepuluh persen. Sehingga, pihaknya sudah siap mengelola bisnis to bisnis itu sejak lama.

Terlebih, bisnis to bisnis tersebut merupakan hak PJSE. Sehingga diharapkan Petronas bersedia bekerja sama. Sebab jika terealisasi, akan mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD) sebagai pendapatan dari kekayaan terpisah.

“Kami berharap DPRD dan masyarakat ikut mendukung,” ucapnya.

Secara teknis, Tamsul menjelaskan, PT. PJSE dalam mengelola bisnis to bisnis itu, akan ditopang dengan dua perusahaan pemilik saham, yakni PT. PJU sebagai BUMD Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan saham sebesar 51 persen dan PT. GSM sebagai BUMD Pemkab Sampang dengan saham sebesar 49 persen.

“Secara prosedur sudah kami lakukan. Sekarang hanya menunggu keputusan Petronas Carigali,” imbuhnya. (man/waw)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *