Berawal dari Hobi, hingga Berhasil Terbangkan Replika Garuda Air

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FATHOR RAHMAN) KREATIF: Gus Humaidi pakai kopiah putih didampingi sejumlah jajaran forkopimcam menunjukkan miniatur pesawat yang mampu terbang hingga ketinggian 600 meter.

KABARMADURA.ID, SAMPANG- Agus Humaidi yang lebih akrab disapa Gus Humaidi sejak kecil sangat menyukai mainan pesawat. Warga asal Desa Tlambah, Kecamatan Karang Penang, Sampang itu mengaku penasaran kenapa kapal yang sangat berat tersebut bisa terbang. Rasa penasarannya tersbut yang membawanya menciptakan replika Garuda Air.

FATHOR RAHMAN, Sampang

Pria kelahiran 15 Februari 1995 itu sejak kecil sering membuat layangan menggunakan kertas. Bentuknya persis seperti Garuda Air maupun Lion Air. Hingga pada tahun 2018, dia mulai melakukan perakitan miniatur pesawat dengan ukuran kecil. Alhasil, miniatur pesawat berhasil terbang.

Usahanya terus berlanjut dengan menciptakan pesawat dengan ukuran yang lebih besar pada tahun 2019. Namun, selama tiga kali percobaan selalu gagal terbang. Humaidi terus mengembangkan ilmunya secara otodidak untuk menerbangkan miniatur pesawat yang berukuran dengan panjang 3,5 meter dan lebar sekitar 3,3 meter.

Sehingga, pada percobaan keempat, dia berhasil menerbangkan miniatur pesawat yang terbuat dari bahan sterofom. Bukan soal ringan tidaknya pesawat miniatur, tapi soal ketinggian dan jarak tempuh yang mengagumkan. Sebab, pesawat miniatur itu bisa terbang dengan ketinggian 600 meter, dengan jarak paling jauh 2 kilometer.

“Tiga kali percobaan saya gagal, Mas. Saya tidak menyerah dan terus mencari kekurangan untuk dibenahi. Pada percobaan keempat kami bisa berhasil menerbangkannya dengan remot kontrol, ” ucapnya.

Sejak tahun 2019 itu, dia terus membuat pesawat miniatur. Yakni miniatur berjenis pesawat Lion Air dan miniatur pesawat Sukoi. Hingga saat ini sudah ada 20 pesawat miniatur yang dibuatnya. Bentuknya dari berbagai sisi menyerupai pesawat aslinya.

“Saya belajar dengan berbagai percobaan pengalaman sendiri. Saya terus mencoba dan akhirnya bisa mengetahui, jika pesawat terbang dengan kekuatan baling-baling dan perlengkapan lainnya.

Dalam waktu dekat, Humaidi berencana mengembangkan kemampuannya. Dia akan membuat miniatur pesawat berbahan pelat aluminium. Dengan bobot yang dipastikan lebih berat, dia akan berusaha mencari cara baru untuk menerbangkannya. Namun, cara itu belum dilakukan karena sebelumnya terkendala modal.

Sementara itu, pemerintah desa setempat mendukung penuh karya Humaidi, hingga beberapa pesawat miniatur ciptaannya bisa terjual. Harganya bervariatif menyesuaikan ukuran. Pesawat miniatur Garuda Air dengan  dibandrol dengan harga Rp8 juta.

“Kami sangat mendukung karya Gus Humaidi, Mas. Dan, kami akan membantu memfasilitasinya. Sebab semakin banyak yang memesan,” ucap Sekdes Talambah, Abd.Holik Alimullah.  (maf)

 

 

 

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *