oleh

Berawal dari Keinginan Advokasi Hak Perempuan

Berawal dari Keinginan Advokasi Hak Perempuan

Kabarmadura.id/Pamekasan-Terpilih karena dinilai bisa mengakomodasi seruan para kaum perempuan, Siti Mailah bertekad mendeklarasikan dirinya sebagai rujukan keluhan kaum perempuan.

ALI WAFA, PAMEKASAN

Wanita kelahiran Pamekasan pada 25 Maret 1978 lalu itu memiliki niat yang tulus ingin mewadahi dan mengakomodasi keluhan dan seruan kaum perempuan di Kabupaten Pamekasan.

Karena itulah, kemudian dirinya terpilih sebagai ketua Pimpinan Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Pamekasan.

Wanita asal Desa Pangorayan Kecamatan Proppo Pamekasan itu terpilih setelah mendapat suara terbanyak dari pimpinan anak cabang (PAC) dan pimpinan ranting (PR) dari seluruh kecamatan dan desa di Kabupaten Pamekasan pada Konferensi Cabang Fatayat NU Pamekasan beberapa waktu lalu.

Baginya, tidak alasan untuk tidak memperjuangkan hak-hak perempuan. Terlebih saat dirinya melihat pelecehan terhadap perempuan belakangan ini kerap kali terjadi dan tersebar luas di beberapa platform media sosial.

“Demi perjuangan ahlus sunnah wal jama’ah khususnya kaum perempuan Fatayat yang ada di Pamekasan karena tanggung jawab itu sangat berat,” ungkapnya.

Melalui organisasi yang dipimpinnya, Mailah akan giat menyuarakan pentingnya memperjuangkan hak-hak perempuan dan melindungi martabat perempuan yang akhir-akhir ini kerap kali menjadi sasaran pelecehan.

Meski amanah sebagai ketua Fatayat NU Pamekasan, baginya bukanlah suatu hal yang mudah, namun dia mengaku akan memberikan yang terbaik untuk seluruh masyarakat perempuan Pamekasan dan untuk agama dan bangsa.

Dia ingin Fatayat menjadi rumah pulang bagi kaum perempuan NU dan menjadi rumah konsultasi bagi perempuan yang mengalami berbagai keluhan dan pelecehan. Namun, Mailah juga tidak melupakan bahwa peningkatan kualitas diri perempuan perlu ditingkatkan, melalui peningkatan potensi, wawasan dan skill.

“Sebagai akses layanan konsultasi terkait kekerasan yang dialami dan menjadi media pemberdayaan bagi perempuan dan anak-anak yang menjadi korban kekerasan,” tutupnya.(bri waw)

Komentar

News Feed