Berawal dari Keprihatinan, Bangun Desa dengan Literasi

  • Whatsapp

Nilai akhir dari proses pendidikan sejatinya adalah bisa mencipatakan perubahan bagi dirinya sendiri dan perubahan pada lingkungan sekitarnya. Hal itulah yang saat ini dilakukan oleh Amirul Mukminin. Ia berusaha melakukan perubahan di masyarakatnya dengan mendirikan Rumah Baca Kaffah di Dusun Sajanah, Desa Kacok, Kecamatan Palengaan Kabupaten Pamekasan.

Khoyrul Umam Syarif, Kota
Pria yang berpenampilan sederhana itu mempunyai semangat tinggi untuk membangun tempat kelahirannya dengan menggalakkan kesadaran literasi. Karena hal itu sangat penting untuk kehidupan berbangsa dan bernegara di masa depan.

Asal muasal pendirian rumah baca tersebut didasari keprihatanannya terhadap lingkungan sekitar. Pasalnya kebanyakan pemuda di sekelilingnya enggan melanjutkan ke perguruan tinggi. Hal itu menjadi cambuk baginya sebagi insan yang cinta akan pendidikan untuk membuka Rumah Baca Kaffah.

Rumah baca yang dibuka pada 5 Agustus silam tersebut merupakan pengejawantahkan pengetahuannya sebagai aktivis literasi, yang awalnya direspons sangat pesimis oleh masyarakat sekitarnya. Namun saat ini sudah mulai dilirik oleh para anak tetanggannya.
Niat untuk membuka rumah baca itu bukan tanpa dasar. Dia berkeinginan untuk memberi kontribusi bagi lingkungannya, khususnya di bidang literasi. Pengalamannya selama menempuh pendidikan hingga perguruan tinggi akan dibagikan kepada masyarakat melalui Rumah Baca Kaffah tersebut.

Latar pendidikannya sendiri dimulai dari MI Nurul Ulum Karang Manggis Palengaan, MTs Nurul Ulum Karang Manggis Palengaan sedangkan untuk SMA-nya diselesaikan di Nurul Ulum Karang Manggis Palengaan. Adapun tingkat S1-nya dirampungkan di Universitas Madura (UNIRA) Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, dan untuk S2-nya sedang ditempuh di Universitas Islam Malang (UNISMA).

Untuk koleksi bukunya yang ada di rumah baca binaannya bersumber dari koleksi pribadinya sebanyak 50 buku, namun saat ini sudah dibantu oleh Perpusda Pamekasan kategori Pojok Baca dengan 50 puluh buku bacaan.

Selain untuk membaca, di rumah baca miliknya jugga ada kelas bercerita, kelas mengambar, kelas Bahasa Inggris dan beberapa agenda literasi lainnya yang menumbuhkan semangat para anak-anak di desanya untuk gemar membaca.

Diceritakan olehnya, pada awal berdirinya, pengunjungnya setiap hari bisa dihitung dengan jari. Namun untuk sekarang sudah mulai bertambah bisa jadi ada puluhan pengunjung setiap harinya.

Dengan perkembangan yang demikian diharapkan, orang-orang sekitarnya bisa sadar akan pentingnya literasi untuk kehidupannya di masa depan. (pai)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *