Berawal dari Suami Kena PHK, Owner IKM Rycalica Raup Omset Rp5 Juta Per bulan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IST) Ulet: Owner IKM Rycalica saat beraktivitas memproduksi minuman.

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN-Owner IKM Rycalica, Rika Darlina, merintis usaha karena yang berawal pemutusan hubungan kerja (PHK) suaminya yang bernama Chairus Shodiq. Kejadian pahit itulah yang membangkitkan motivasinya untuk mulai berwirausaha di kediamannya. Ia  berikhtiar dengan menitipkan satu per satu hasil produksi dari toko satu ke toko lainnya. Kemudian pada akhirnya bisa meraup keuntungan Rp5 Juta setiap bulannya.

“Kebetulan pada waktu itu suami saya kena PHK, saya pengen punya usaha tetapi saya tidak ingin meninggalkan anak. Akhirnya saya coba menjual sari kedelai, awalnya saya coba dengan bungkus plastik, lama-lama ada masukan agar sari kedelai itu dikasih label, waktu itu kan kosongan, akhirnya dikasih label,” paparnya, Minggu (4/4/2021).

Bacaan Lainnya

Rika sapaan akrabnya juga menuturkan tips dan trik yang perlu dimiliki seseorang yang ingin sukses berwirausaha, yaitu memulai dengan niat yang tulus, ulet dalam berikhtiar, memiliki komitmen yang kuat, pantang menyerah, dan sabar dalam memasarkan setiap produk yang dihasilkan, sehingga dirinya bisa bertahan 15 tahun dengan bisa mencukupi kebutuhan keluarganya.

“Jangan pernah menyerah, walaupun dalam keadaan apapun susahnya. Awalnya saya pernah mau putus asa, namanya juga hanya sari kedelai, tidak semua orang kan suka, tapi saya telateni, lama kelamaan ada masukan yang bagus saya terima, tapi ada juga yang mengkritik sampai telepon tengah malam, wes pernah jelekin produk saya, saya juga alami itu,” ulasnya.

Seiring berjalannya waktu, dirinya sudah bisa meraih keuntungan dari hasil usahanya, meskipun pemasarannya hanya di area Pamekasan, tetapi ia sangat bersyukur bisa terus mengembangkan usahanya dengan didampingi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan.

“Alhamdulillah berkat ada bantuan juga dari Dinas Koperasi, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Kesehatan, banyak yang memfasilitasi saya, seperti didesainkan label saya, dan pelatihan-pelatihan lainnya,” urainya.

Diakuinya, di masa pandemi Covid-19, dagangannya tidak cukup terpengaruh, sebab masyarakat umumnya lebih suka mengkonsumsi minuman dan makanan yang tanpa bahan pengawet, seperti yang diproduksinya, karena saat ia tidak hanya memproduksi sari kedelai, tetapi juga memproduksi pokak dan juga minuman herbal.

“Alhamdulillah sekarang omsetnya sekitar Rp5 jutaan,” tukasnya. (rul/maf)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *