oleh

Berbagi Donasi Buku Bersama Anak Yatim, Bangun Imajinasi dengan Mendongeng

Kabarmadura.id-Mendongeng jadi tradisi yang mulai pudar belakangan ini. Namun bukan berarti sudah punah. Masih ada generasi muda yang mengadakan kegiatan bercerita kisah-kisah bernilai luhur itu. Salah satunya Muallifah, mahasiswa jurusan Manajemen Pendidikan Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura.

MIFTAHUL ARIFIN, PAMEKASAN

Sore itu, puluhan anak yatim terlihat antusias mengikuti kelas mendongeng sore itu. Mereka tampak duduk lesehan dengan penuh kebahagiaan di karpet yang dihamparkan di ruang kelas lembaga pendidikan Raudhatul Ulum Palengaan Pamekasan.

Muallifah menjadi salah satu pengisi kelas dongeng sore itu. Mahasiswi semester 6 ini mengawali kelas mendongeng dengan menceritakan kisah tentang seorang pembohong. Suasanya begitu hening, kelas seperti terlelap dalam cerita itu.

Terlebih, dengan pembawaan suara gadis manis berusia 20 tahun itu, seperti membawa pendengarnya berimajinasi dan masuk dalam kisah tersebut. Para anak yatim itu seolah mendapat pencerahan baru setelah kisah dongeng itu diakhiri.

Dongeng tersebut, menceritakan kisah bernuansa islami yang mengandung makna mendalam tentang alur kehidupan seorang pembohong, dengan tujuan agar anak-anak membiasakan berperilaku jujur sejak dini.

Seusai membaca dongeng, Muallifah bersama dua pendongen lainnya tidak lupa menyampaikan pesan yang terdapat dalam dongeng tersebut.

“Mendongeng merupakan salah satu langkah untuk memancing imajinasi anak ke arah positif,” tutur Muallifah, Minggu (19/5).

Kegiatan yang digelar untuk memperingati hari buku sedunia itu, menjadi lebih istimewa, lantaran bertepatan dengan pelaksanaan ibadah puasa di tahun 1440 Hijriah ini. Tak pelak, momentum langka itu, juga dimanfaatkan Muallifah bersama Pengurus Rayon Fatar PK PMII IAIN Madura, untuk menyalurkan donasi buku kepada puluhan anak yatim yang tinggal di perbatasan Pamekasan-Sampang itu.

Donasi yang dikumpulkan dari berbagai insan yang peduli dengan literasi itu, dimaksudkan untuk menumbuhkembangkan kecintaan anak pada dunia literasi sejak dini. Dengan buku-buku yang diperoleh itu, diharapkan anak-anak bisa lebih giat dalam membaca buku.

“Ada berbagai buku, baik buku bacaan, cerita anak, novel, hingga buku tulis untuk kebutuhan sekolah yang didonasikan,” terangnya.

Kegiatan yang terbilang langka itu, mendapat apresiasi dari pengasuh Yayasan Al-Muallimin an-Najah Ustadz H. Abdul halim. Menurutnya, kepedulian insan mahasiswa terhadap keberlanjutan pendidikan harus didukung. Apalagi menurutnya, hampi jarang ditemui, mahasiswa yang mau turun ke masyarakat untuk mengkampanyekan kecintaan pada literasi.

“Alhamdulillah, terima kasih atas kepedulian dan donasi buku yang diberikan kepada anak-anak yatim disini,” ujarnya. (waw)

Komentar

News Feed