oleh

Berbagi Kunci Sukses Bersama Babinsa Desa Bunder Serma Yanto

Baktikan Diri Melayani Masyarakat Sepenuh Hati

KABARMADURA.ID, Pamekasan – Mempertahankan kedaulatan dan keamanan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) menjadi tugas utama warga negara, namun berada di garda terdepan seperti yang dilakukan oleh Sersan Mayor (Serma) Yanto, selaku Bintara Pembina Desa (Babinsa) Desa Bunder, Kecamatan Pademawu, Pamekasan, membutuhkan kerja ekstra agar kehadirannya bisa bermanfaat untuk keamanan ummat.

Khoyrul Umam Syarif, Pademawu

Bagi pria kelahiran Bandung 18 November 1973 ini, pengabdian kepada masyarakat merupakan tugas pokok yang harus dijalankan dengan maksimal. Bahkan, dirinya harus menghabiskan banyak waktu dengan masyarakat dari pada keluarga, namun hal itu tidak mengendorkan tekad bulat untuk menjadi abdi negara yang bertanggung jawab.

“Kadang bisa dikatakan mudah, kadang bisa dikatakan susah, tergantung bagaimana berbaur dengan masyarakat di desa,  jika sudah dikomunikasikan dengan baik, semuanya bisa teratasi dengan maksimal,” ungkapnya saat ditemui Kabar Madura, Senin (12/10/2020).

Komitmen menjadi seorang Tentara Nasional Indonesia (TNI) sudah tidak bisa diragukan lagi, pasalnya pengabdiannya sudah mencapai kurun waktu sebanyak 25 tahun, sehingga untuk pengabdian kepada masyarakat menjadi prioritas utamanya.

“Tugas pokoknya bersinggungan erat dengan kewilayahan, kemasyarakatan, disitulah kami mengabdi untuk membantu, sehingga intensitas komunikasi bisa terjalin,” ulasnya.

Pria yang beralamatkan Desa Pademawu Barat itu, memulai karir pada tahun 1994, selama 20 tahun mengabdi di Kabupaten Sidoarjo, baru pada tahun 2015 berpindah tugas ke Kabupaten Pamekasan tepatnya di Kodim 0826 Pamekasan, kemudian tahun 2016 menjadi Babinsa Desa Bunder hingga tahun 2020.

“Untuk menjadi abdi negara, harus disiplin belajar dan berlatih, ditugaskan di tempat mana saja harus siap, karena mengabdi kepada negara menjadi hal yang paling utama,” urainya.

Suami dari Nur Fadilah itu mengatakan, mengenai trik sukses dalam setiap langkah dalam menjalani tugas apapun sangat simple, yakni bisa konsisten berbuat baik kepada masyarakat, bisa bermanfaat demi kepentingan negara, dan bersyukur terhadap apa yang diberikan.

“Sukses itu berjalan bersama tanpa menyingkirkan, berjalan bersama tanpa mendustai, berjalan bersama tanpa menghianati, sehingga manfaat baiknya dirasakan  secara bersama-sama,” urainya.

Bapak dari dua orang anak itu berbagai kiat membagi waktu dengan keluarga, kendatipun tugasnya bisa 24 jam, sebab keluarganya sudah memahami dan mengerti terhadap tugas yang diembannya.

“Saya bersyukur keluarga  bisa memahami tugas pokok saya yang kadang waktunya tidak menentu,” ulasnya.

Dia berharap  kepada para pemuda untuk mewujudkan masa depan yang cemerlang harus bisa mengukur dan mengusahakan dengan baik dari setiap keinginan yang ingin dicapai. Selain juga dibarengi dengan berdoa kepada tuhan yang maha esa.

“Persiapkan dengan baik untuk bekal hidup masa depan, agar tidak terbuang dengan sia-sia masa mudanya,” pungkasnya. (pin)

Komentar

News Feed