Berbaur Ungkap Alasan Gugurkan Yuni Raja’e dari Bursa Cawabup Pamekasan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ IST) DIPERTIMBANGKAN: Partai koalisi Berbaur telah menetapkan dua nama calon wakil bupati pengganti mendiang Raja’e.

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN-Setelah menetapkan dua nama calon wakil bupati Pamekasan, koalisi partai koalisi pengusung Berbaur (Bupati Pamekasan Baddrut Tamam dan Wakil Bupati Pamekasan Rajae), sekaligus menggugurkan nama Yuni Rajae dalam bursa pemilihan wakil bupati (wabup) Pamekasan pengganti Raja’e yang wafat pada Desember 2020 lalu.

Namun partai koalisi pengusung Berbaur tidak membuka alasan digugurkannya nama Yuni Rajae.  Melalui Sekretaris Partai Koalisi Berbaur Heru Prayitno, hanya diungkap mengenai alasan mengusung istri mendiang Raja’e tersebut. Salah satunya adalah banyaknya aspirasi kepada partai koalisi Berbaur untuk mengusung Yuni Raja’e.

Bacaan Lainnya

Namun Heru menegaskan, dua nama itu telah disepakati di internal partai koalisi tersebut, diyakini telah sesuai dengan kriteria yang diinginkan oleh Bupati Pamekasan Baddrut Tamam.

“Sudah dibicarakan, kami sudah melakukan pendalaman,” ungkap pria yang belakangan kerap berkemeja biru ini.

Dua nama tersebut telah ditetapkan dan dipastikan tidak akan muncul figur lain. Kecuali salah satu dari dua orang itu mengundurkan diri, atau tidak disetujui oleh bupati.

Heru menjelaskan, dua orang tersebut merupakan seorang politisi yang diklaim telah memiliki wawasan kebangsaan bagus dan mengerti seluk beluk Kabupaten Pamekasan.

“Kalau bisa seorang politisi yang tahu tentang wawasan kebangsaan, yang tahu baca postur APBD,” ucap Heru.

Kendati begitu, ketua DPC PAN Pamekasan itu mengungkapkan, salah satu aspirasi dari banyak pihak untuk memasukkan Yuni Raja’e sebagai salah satu kandidat calon wabup, karena melihat posisi Yuni sebagai istri dari mendiang Raja’e.

Yuni dinilai turut memiliki kontribusi besar terhadap pembangunan Pamekasan selama mendampingi mendiang suaminya saat menjabat wabup.

“Itu kami masukkan menjadi tiga besar karena permintaan para tokoh untuk didalami, ya kami dalami,” ungkap pria berkacamata itu.

Kendati pihaknya telah mendalami sosok Yuni, namun ada pertimbangan lain yang menggugurkan nama Yuni. Alasannya, pihaknya khawatir akan muncul kesan politik dinasti di Pamekasan. Sehingga Yuni Raja’e hanya masuk pada kandidat tiga besar calon wabup. Meski begitu, pihaknya tetap memasrahkan kewenangan itu kepada bupati.

“Dalam politik kan tidak boleh diwariskan kepada keluarganya, kan tidak ada aturan itu. Tapi tergantung dipilih bupati atau tidak,” tukasnya.

Heru menegaskan, bahwa figur pengganti Raja’e sebagai wakil bupati Pamekasan tergantung persetujuan Bupati Pamekasan Baddrut Tamam. Pihaknya hanya berhak mengajukan dua nama kepada bupati sesuai mekanisme yang berlaku. Namun kriteria calon yang akan diusulkan tergantung keinginan bupati. (ali/waw)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *