Berbeda Cara Perguruan Tinggi di Pamekasan Sambut New Normal

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ ALI WAFA) VARIATIF: Perguruan tinggi di Pamekasan siapkan konsep baru menyambut new normal.

Kabarmadura.id/PAMEKASAN–Bakal diberlakukannya kebijakan new normal dari pemerintah pusat, mendapat respon variatif dari sejumlah perguruan tinggi di Pamekasan. Beberapa di antaranya menyikapi hal itu sebagai solusi di tengah ketidakpastian wabah Covid-19 ini.

Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura Mohammad Kosim mengatakan telah menyiapkan rencana untuk menyambut datangnya kebijakan new normal itu. Bahkan sejak 5 Juni lalu, aktivitas pegawai di kampusnya telah dibuka, termasuk perkuliahan di tingkat pascasarjana.

Bacaan Lainnya

Jika sebelumnya perkuliahan dan bimbingan dilakukan secara dalam jaringan (daring), kini kembali beraktivitas secara luar jaringan (luring).

Dalam penerapannya, kata Kosim,pihaknya tidak akan mengabaikan aspek kesehatanpara pegawai dan mahasiswa, sehingga menerapkan protokol kesehatan Covid-19.Salah satunya dengan mewajibkan pegawai dan mahasiswa mengenakanmasker dan mencuci tangan.

Bahkan pihaknya tidak memperbolehkan pegawai dan mahasiswa yang tidak mengenakan masker untuk masuk.

Selain itu, bagi pegawai dan mahasiswa yang kesehatannya tidak stabil, dianjurkan untuk tidak masuk terlebih dahulu, hingga kesehatannya kembali pulih.

Namun, teknis perkuliahan untuk program sarjana, sejauh ini masihdidiskusikan.Tetapi untuk tanggal aktif, Kosim menyebutkan, perkuliahan program sarjana akan kembali aktif pada awal September.

“Kami tetap memperhatikan standar kesehatan sebagaimana protokol kesehatan Covid-19, jadi kami tetap mewajibkan jaga jarak, cuci tangan dan bermasker, di setiap unit sudah kami siapkan hand sanitizer, dan bagi yang tidak bermasker tidak boleh masuk,” ucapnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Madura (Unira) Rizqina mengaku, dalam menyambut kebijakan new normal, pihaknya telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak, di antaranya dengan tim satgas kabupaten dan pihak Lldikti.

Selain itu, pihaknya juga telah menyiapkan sejumlah konsep penerapan protokol kesehatan Covid-19 di lingkungan kampus,  termasuktelah membentuk tim Satgas Covid-19 Unira.

Tetapi pihaknya belum menetapkan kapan aktivitas perkuliahan di Unira akan kembali aktif secara normal dengan tidak lagi menerapkan perkuliahan secara daring.

“Kami menyiapkan aturandan perlengkapan tentang protokol kesehatan, hari ini kami sedangmendapat bantuan penyemprotan  daripemkab. Ini juga dalam rangka menyiapkan kondisi sesuai PHBS, bahkan kami juga akan menyiapkan satgas covid,”

Di lain pihak, Universitas Islam Madura (UIM) justru memilih untuk menunggu kondisi memungkinkan untuk kembali menormalkan aktivitas perkuliahan bagi mahasiswa.

Sebagaimana disampaikan Rektor UIM Ahmad melalui Wakil Rektor I Halimatus Sakdiyah, aktivitas pegawai di lingkungan UIM telah kembali aktif secara normal.Namun wanita yang biasa disapa Matus ini tidak menyebutkan bahwa pihaknya telah siap dalam menerapkan protokol kesehatan Covid-19 bagi bagi pegawai dan mahasiswa.

“Kamisudah aktif kembali,hanya saja untukmahasiswayangmasihbelum diaktifkan, kami masih melihat situasi dan kondisi dalam satu minggj kedepan ini,” ulasnya.

Sedangkan Rektor Institut Agama Islam (IAI) Al-Khairat Abd. Muin mengaku akan tetap memberlakukan physical distancing dalam dalam aktivitas perkuliahan yang akan kembali aktif pada bulan September mendatang.

Muin juga mengharuskan setiap pegawai dan mahasiswa mengenakan masker dan cuci tangan setiap masuk ke lingkungan IAI Al-Khairat.

“Kami sudah berkoordinasi dan akan mengatur setiap ruangan baik ruang perkuliahan maupun ruang pegawai agar tetap menjaga jarak, jadi kami beri jarak setiap kursi, agar tetap physical distancing,” ucapnya. (ali/waw)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *