oleh

Berdakwah secara Halus; Merawat Perdamaian, Orang Sumenep Ini Jaga Gereja

Ada banyak cara untuk berdakwah di jalan Allah, salah satunya adalah menghormati pilihan orang lain, tidak harus ceramah di masjid atau mendakwahi secara langsung orang yang berbuat “dosa.” Berdakwah dengan cara makruf jauh lebih arif daripada berdakwah secara separatis, kasar, dan beringas.

Moh Tamimi, Sumenep

Satu dari sekian banyak dakwah secara halus secara makruf adalah dengan menjaga keamanan, ketertiban, dan ketenangan sesama umat manusia. Sudah seruan Nabi Muhammad untuk menghormati para tetangga sekalipun ia adalah kafir dzimmi.

Apa yang dilakukan oleh Muhammad (asal Sumenep) adalah bagian dari repsentasi seruan Sang Nabi Revolusioner tersebut, menghormati tetangganya walaupun berasal dari kalangan non muslim, umat kristiani.

Bagi Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Kecamatan Ledokombo sekaligus penyair tersebut menjaga gereja saat umat kristiani beribadah, terutama di hari-hari besar, bisa dijadikan sebagai dakwah secara halus kepada seluruh masyarakat, menjaga perdamaian antar umat, karena dengan begitu Islam ditampilkan sebagai agama yang benar-benar rahmat dan cinta kedamaian.

Usaha Lefand dan sahabat-sahabatnya terbilang berhasil. Terbukti, guru SD tersebut menyebutkan saat ini di Jember ada beberapa gereja yang mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan kepada umat muslim, bahkan ada gambar masjidnya. Ada gambar masjid di gereja.
Demi terus menjaga keamanan kehidupan sosial dan kerukunan umat beragama, orang asal Desa Sera Tengah, Kecamatan Bluto, Sumenep ini turut serta dalam menjaga keamanan gereja saat Hari Kenaikan Yesus Kristus, Kamis (30/5).

Penyair bernama pena Muhammad Lefand dan sembilan sahabat-sahabat Banser-nya itu menjaga Gereja Beth-el Tabernakel (GBT) Kristus Hidup, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Kali Wates, Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Meskipun umat muslim yang ikut menjaga gereja selalu dipermasalahkan oleh sebagian kalangan, pemuda atas nama Muhammad ini tidak gentar dengan citra buruk yang dilabelkan oleh para kalangan yang tidak suka terhadap tindakan demikian.

Menurut Muhammad, ia dan sahabat-sahabatnya di Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jember tidak asal langsung menjaga gereja, tetapi sebelumnya memang mendapatkan surat resmi dari Kepolisian Daerah Jawa Timur untuk ikut menjaga keamanan gereja karena kekurangan personel.

Saat ditemui di kampung halamannya karena mudik, salah satu pimpinan satkorcab Banser Jember tersebut mengungkapkan lebih lanjut bahwa pihak bersedia ditempatkan dimana saja untuk membantu menjaga keamanan, termasuk di gereja.

“Orang kan tidak tahu (tentang alasan menjaga gereja, red), hanya asal buat isu. Itu karena kepolisian dan tentara kekurangan personel, apalagi di Jember kepolisian dan GP Ansor koordinasinya bagus,” ungkap Kepala Banser Tanggap Bencana tersebut. (mad/nam)

Komentar

News Feed