oleh

Berdalih Kekurangan SDM, Inspektorat Hanya Audit DD/ADD di 54 Desa

Kabarmadura.id/Sumenep-Inspektorat Kabupaten Sumenep tidak melakukan audit Dana Desa (DD) secara merata. Alasannya, terkendala Sumber Daya Manusia (SDM). Dari 332 desa di Sumenep, hanya memeriksa 54 desa yang dijadikan sampel.

Kepala Inspektorat Kabupaten Sumenep Titik Haryati mengatakan, audit merupakan program rutin tahunan inspektorat. Namun, tidak semua desa diaudit secara menyeluruh. Sebab, terkendala SDM dan waktu. Pengauditannya dengan cara membagi sesuai dengan inspektur pembantu (irban) di masing-masing kecamatan.

Empat irban tersebut dibagi ke semua wilayah. Namun karena Inspektorat hanya memiliki 27 auditor, tidak semua desa bisa diaudit. Inspektorat hanya mengaudit 2 desa di setiap kecamatan. Terdapat 27 kecamatan di Sumenep. Jika satu kecamatan yang diaudit hanya dua desa, maka keseluruhan yang diaudit hanya 54 desa.

“Ada 4 irban yang dibagi di semua wilayah. Jika mengaudit di semua desa rasanya kita tidak mampu. Sebab, hanya 27 auditor yang ada di Inspektorat Kabupaten Sumenep,” katanya, Selasa (04/02/2020).

Titik menambahakan, pada tahun 2019 sudah dilakukan audit berdasarkan anggaran tahun 2018. Sementara untuk tahun 2020 saat ini masih belum dilakukan audit di masing-masing desa karena menunggu tanda tangan bupati.

“Selama melakukan audit, kita juga melakukan pembinaan agar kesalahan-kesalahan tidak terulang kembali,” paparnya.

Harapannya, desa yang diaudit bisa memperbaiki pengelolaan keuangan dan pelaporan yang baik sesuai arahan dari tim auditor. Karena auditor masih menemukan beberapa kesalahan, misalnya masih belum dibayarnya pajak, ada kekurangan pekerjaan, dan sejenisnya. Harapannya, hal-hal seperti itu ke depan tidak berulang. Misalnya, ada kekurangan volume yang diharapkan kedepan tidak ada yang diulang lagi.

Selain desa, inspektorat juga mengaudit di semua OPD yang ada. Saat ini sudah dilakukan dengan jadwal yang sudah ada.

“Untuk pengauditan ditahun 2020 ada penambahan sampel. Yakni, di kelurahan juga akan ada pengauditan,” pungkasnya. (imd/pai)

Komentar

News Feed