Berdalih Minim Anggaran, Kadinsos Sumenep Akui Bantuan Terbatas

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IST) DISALURKAN: Bantuan droping air ke salah satu desa terdampak sudah direalisasikan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep.

KABARMADURA.ID, Sumenep – Bencana kekeringan memang menjadi hal yang istiqomah terjadi di Kabupaten Sumenep. Setiap tahun pasti ada beberapa desa terdampak. Namun untuk perhatian dari pemerintah kurang maksimal, salah satu alasannya minim anggaran. Hal ini diakui, Kepala  Dinas Sosial (Dinsos) Sumenep, Moh. Iksan, Senin (12/10/2020).

Menurutnya, untuk tahun ini  hanya menganggarkan dua desa di masing-masing kecamatan yang berbeda. Termasuk banyaknya droping air hanya sekitar belasan ribu liter. “Terbatas anggaran, hanya berkisar 12 ribu liter air saja, dan sebagian sudah disalurkan kepada wilayah tujuannya,” ungkapnya.

Bacaan Lainnya

Dia menjelaskan, bantuan yang sudah disalurkan yakni di Kecamatan Rubaru, secara keseluruhan, selain Desa Mandala, Tanah Merah yang berada di Kecamatan Saronggi. Meski jumlahnya terbilang hanya sekedarnya, masyarakat tetap bisa terbentuk dengan adanya droping air tersebut.

“Secara keseluruhan ada sekitar 10 kecamatan atau sekitar 29 desa yang dinyatakan terdampak kekeringan. Bantuan terhadap dua desa menjadi penunjang, untuk diperhatikan oleh pemerintah,” jelas,  mantan Kepala Bidang (Kabid) Pemuda dan Olahraga Dinas Pariwisata Budaya Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Sumenep.

Salah satu warga, Desa Montorna, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten  Sumenep, Safrawi menyampaikan, sebagai bentuk penghematan terhadap penggunaan air tidak jarang, memaksimalkan hanya untuk dikonsumsi sendiri.

“Biasanya kalau sudah musim kemarau itu, apalagi agak panjang, maka hewan peliharaan itu dijual, kok mau memikirkan ternak, cari minum sendiri saja sulit,” tutur Safrawi.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Sumenep Sitti Hosna mengatakan selain bantuan droping air yang harus dimaksimalkan upaya lain, terlebih kebutuhan atau jangka panjang. “Misalnya pembangunan embung, tandon, bor, itu harus direncanakan dan direalisasikan dengan maksimal,” responya. (ara/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *