oleh

Berdalih Minim Fasilitas, Diskoprindag Akan Bangun Rumah Kemasan untuk IKM

KABARMADURA.ID, SAMPANG -Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoprindag) Sampang, merencanakan pembangunan rumah kemasan. Rumah tersebut, untuk para industri kecil menengah (IKM).  Sebab, selama ini terkesan belum ada pendampingan maksimal terhadap para IKM. Realitas di lapangan, dari 600 IKM, hanya 6 produk yang masuk ke toko modern.

Dengan rumah kemasan, dipastikan mampu memberikan pendampingan kepada para IKM, serta melakukan pengemasan dari produk yang dihasilkan oleh setiap IKM. Sehingga, mampu meningkatkan produk lokal. Hal tersebut diungkapkan, Kepala Diskoprindag Sampang, Suhartini Kiptiati melalui Sekretaris Diskoprindag,  Barrul Alim, Senin (22/02/2021).

Menurutnya, untuk meningkatkan produk lokal IKM harus ada fasilitas yang memadai. Sehingga tahun 2021 ini, akan membangun rumah kemasan di Jalan Kusuma Bangsa Sampang. Dengan adanya rumah kemasan itu, diyakini mampu memfasilitasi kebutuhan masyarakat. Sebab, selama ini masyarakat ada yang beli kemasan produk ke Mojokerto.

“Jadi dengan adanya rumah kemasan, selain mudah diakses, juga bisa membeli di daerah. Kami membantu menfasilitasi IKM, dan memberi pendampingan kepada IKM, baik mulai dari kemasan dan lainnya. Dan ini, sangat penting untuk meningkatkan produk di Sampang,” tuturnya.

Pihaknya menegaskan, ratusan IKM berbeda dengan IKM yang ada di organisasi perangkat daerah (OPD), seperti yang ada di Dinas Pertanian (Disperta) dan Dinas Perikanan (Diskan). Kemudian, dari 600 IKM yang ada, hanya ada 6 produk yang masuk ke toko modern. Sehingga, dengan adanya rumah kemasan, nanti bisa dibantu terkait pemasaran dan pengelolaannya.

Selain itu, manfaat dari rumah kemasan, agar produk yang dihasilkan bisa memenuhi standar yang dibutuhkan oleh konsumen, dan meningkatkan sarana perdagangan untuk toko modern. Seperti, di Indomaret atau Alfamart.  “Jika ada rumah kemasan, informasi terkait dengan gramasi dan juga kandungan dalam produk itu bisa diketahui. Jadi, ada peluang untuk bisa masuk ke toko modern,”  tukasnya. (mal/ito)

Komentar

News Feed