oleh

Berdalih Sistem, 10 Formasi ASN Guru Pantura Pamekasan Bolong

KABARMADURA.ID, Pamekasan – Tes calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Kabupaten Pamekasan selesai dilaksanakan. Hanya saja, masih menyisakan kekosongan 23 formasi tidak terisi. Kondisi itu terjadi lantaran tidak lolosnya peserta di seleksi kompetensi bidang (SKB). Bahkan, nihilnya pelamar pada formasi tertentu. Sejumlah formasi yang kedapatan kosong diantaranya yakni 10 formasi untuk guru di wilayah Kecamatan Batumarmar.

Kasubid Formasi dan Pengadaan Aparatur, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Abdul Malik mengaku, kondisi itu merupakan sebuah skema atau sistem yang secara otomatis diatur untuk mengisi sejumlah formasi yang dibutuhkan. Namun pada pelaksanaannya, sistem bekerja menetapkan setiap peserta yang lolos pada sejumlah formasi disesuaikan dengan nilai dan wilayahnya.

“Itu otomatis dari sistem, tidak ada yang bisa mengubah ataupun mengintervensinya,” ujarnya, Rabu (04/11/2020).

Menurutnya, di Kabupaten Pamekasan, bagi peserta yang mendaftar di formasi yang berlokasi di daerah bagian selatan, maka dari seluruh pelamar akan diambil tiga besar dan satu diantaranya ditempatkan di formasi tersebut. Sedangkan dua lainnya ditempatkan di formasi lain di sebelah utaranya.

Skema tersebut terus dilakukan. Demikian untuk formasi lain dimulai dari wilayah Pamekasan bagian selatan berjalan ke bagian utara. Hingga pada akhirnya, hasil seleksi tersebut menghasilkan keputusan, bahwa formasi guru di wilayah Batumarmar harus kosong. Dia menyebutkan formasi tersebut tidak akan terisi di tahun ini, lantaran sudah menutup kegiatan seleksi dan akan membuka kembali untuk tahun berikutnya.

“Kami tidak bisa memastikan bahwa formasi yang kosong hari ini apakah akan menjadi prioritas di tahun berikutnya. Kami akan mengakumulasi total formasi yang kosong dengan formasi yang dibutuhkan untuk tahun berikutnya. Kemudian ditetapkan oleh pemerintah pusat formasi apa saja yang disediakan untuk Kabupaten Pamekasan,” jelasnya.

Sementara itu, kendati banyak formasi guru yang kosong, Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan, Ali Masykur tidak khawatir akan menghambat pendidikan di daerah. Bahkan dia menyebutkan, guru honorer lebih disiplin dan semangat ketimbang yang PNS.

“Tidak apa-apa, masih ada guru honorer kan. Mereka itu saya lihat lebih disiplin dan semangat kok ketimbang yang PNS,” tegasnya. (ali/ito)

Komentar

News Feed