oleh

Berdalih Tidak Ada Anggaran, 64 Pustu Tanpa Perawatan

Kabarmadura.id/Bangkalan-Kabupaten Bangkalan memiliki 64 puskesmas pembantu (Pustu) yang tersebar di daerah terpencil.  Sayangnya, beberapa bangunan pustu dibiarkan terbengkalai tanpa perawatan, karena tidak mendapat perhatian dari Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat.

Kepala Dinas Kesehatan Bangkalan H Sudiyo mengatakan, pustu yang berjumlah 64 di Bangkalan tersebut keberadaannya memang tidak aktif lagi. Sebab pustu tidak mendapatkan anggaran untuk perawatan. Program pustu tersebut dulu program kementerian kesehatan.

“Pembangunan pustu memang untuk desa yang sulit untuk mengakses kesehatan,” terang Sudiyo, Senin (10/02/2020).

Seiring berjalannya waktu, serta berkembangnya masyarakat Bangkalan, pustu tidak lagi difungsikan karena akses untuk menuju ke puskesmas sekarang sudah mudah terjangkau sehingga masyarakat lebih memilih untuk dirawat di puskesmas jika dibandingkan dirawat ke pustu.

“Banyak masyarakat yang langsung ke puskesmas dari pada ke pustu karena di puskesmas peralatannya lebih lengkap,” imbuhnya.

Penyebab pustu tidak mendapatkan perhatian khusus untuk perawatan karena kebanyakan dana digunakan untuk masyarakat miskin. Selain itu untuk kelengkapan sarana dan prasarana karena pada tahun ini pemeliharaan untuk puskesmas saja mencapai Rp2 milyar.

“Anggaran segitu kami akan mencoba untuk melengkapi sarana dan prasarana yang kurang,” ujarnya.

Di tempat yang berbeda Kepala Puskesmas Kamal Nur Hotibah menambahkan, pustu sudah tidak produktif lagi karena kebanyakan masyarakat perawatan langsung ke puskesmas. Bahkan ada yang langsung pergi ke rumah sakit,” terangnya.

Selain itu masyarakt lebih milih akses yang lebih cepat sehingga banyak masyarakat yang memilih untuk ke rumah sakit dari pada ke pustu. Lagi pula jika pustu tidak ada lagi perawatan alangkah baiknya jika digunakan untuk yang lebih efektif, dari pada nganggur lebih baik digunakan di bidang yang lain,” tutupnya . (km50/pai)

Komentar

News Feed