Berdiri di Atas Lahan Umum, Satpol PP Sampang Segel Bangunan Apotek

  • Whatsapp
(FOTO: KM/SUBHAN) TAK PATUH: Pemkab Sampang terpaksa mengambil tindakan penyegelan terhadap bangunan apotek setengah jadi di Jalan Pahlawan, Sampang, Rabu (25/8/2021).

KABARMADURA.ID, SAMPANG-Bangunan yang berdiri di atas lahan fasilitas umum (fasum) di Jalan Pahlawan, Kelurahan Dalpenang, Sampang akhirnya disegel Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang.

Bangunan yang direncanakan menjadi apotek itu dideteksi tidak mengantongi izin mendirikan bangunan (IMB) dan mengabaikan surat teguran.

Bacaan Lainnya

“Upaya penyegelan bangunan apotek ini, karena pemiliknya tidak mengindahkan surat teguran dan sangat jelas melanggar berbagai ketentuan yang ada,” ucap Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sampang Suryanto di hadapan awak media, Rabu (25/8/2021).

Sebelum mengeksekusi penyegelan, Satpol PP, sebagaimana disampaikan Suryanto, sudah berupaya secara persuasif, dengan memberikan surat teguran kepada yang bersangkutan. Namun tidak ada itikad baik dari pemilik bangunan tersebut.

Bahkan sebelumnya Satpol PP sudah berkoordinasi dengan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, meliputi Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Sampang dan lainnya, hingga akhirnya diputuskan bahwa keberadaan bangunan apotek itu jelas melanggar aturan daerah yang ada dan harus ditindak tegas.

“Bangunan ini kami segel selama beberapa hari ke depan, jika tidak segera dibongkar, maka kami (Pemkab Sampang, red) yang akan melakukan upaya pembongkaran secara paksa,” ancam Suryanto.

Terkait alasan pemilik bangunan yang tidak mengindahkan teguran dari instansinya tersebut, karena pemiliknya mengklaim membangun  di atas lahan milik sendiri. Padahal bangunan itu jelas-jelas berada di atas trotoar jalan.

“Pemilik bangunan ini tetap ngotot, bahwa masih berada di lahan miliknya, bahkan sempat menunjuk sertifikat, tapi faktanya bangunan ini jelas mengambil alih fungsi fasum, karena berdiri di atas trotoar jalan umum,” ulasnya.

Sayangnya pemilik bangunan itu belum bisa ditemui untuk dimintai keterangan terkait pendirian bangunan di atas trotoar tersebut. (sub/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *