oleh

Beredar Hoaks SS Tercoblos Sebelumnya

Didatangi ke TPS, Tidak Terbukti Ada

Kabarmadura.id/BANGKALAN-Beredarnya informasi surat suara (SS) yang sudah tercoblos di tempat pemungutan suara (TPS) 10 Desa Parseh, Kecamatan Socah, menjadi perhatian petugas keamanan dan panitia pengawas kecamatan (panwascam) setempat.

Saat Kabar Madura mencoba mengklarifikasi informasi tersebut, justru ditepis oleh salah seorang dari Panwascam Socah bernama Iskak. Dirinya mengatakan bahwa masalah tersebut sudah selesai.

”Kebetulan saya ada di TPS 7 dan 8, ada kabar seperti itu dan saya langsung ke lokasi, ternyata tidak ada. Di sana aman-aman saja. Saya langsung tanyakan pada PPS ditempat itu tidak ada,” katanya.

Iskak menjelaskan, informasi tersebut memang membuat pihak kecamatan dan aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Socah datang. Namun menurutnya, informai tersebut tidak ada atau hoaks. Masih menurut Iskak, informasi yang didapatnya itu malah dari Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Ahmas Mustain Saleh.

”Setelah dilacak, katanya sih, infonya itu dari bapak Mustain. Tapi Bapak Mustain itu sendiri dari siapa, saya kurang tahu,” ujar Iskak.

Selain beredarnya informasi sudah tercoblosnya SS pada calon presiden (capres) nomor 1, juga ditemukan surat suara sudah tercoblos juga pada capres nomor 1 di TPS 9 Desa Kebun, Kecamatan Kamal. Sehingga pihak panitia memutuskan untuk mencoblosnya lagi di capres nomor urut 2, agar menjadi tidak sah.

“Jadi tadi itu ada yang tercoblos SS capres. Tetapi mungkin tercoblosnya SS tersebut itu karena SS tertumpuk. Namun saat pertama kali SS dibuka memang sudah tercoblos,” tutur Ketua Panitia Pemungutan Suara (KPPS) Yunita Sofyan.

Sedangkan berdasarkan penuturan Ketua Bawaslu Bangkalan Mustain, informasi tercoblosnya SS di TPS 10 Desa Parseh, Socah sedang diusut kasus dan dikoordinasikan dengan panwascam setempat.

“Pencoblosan masih prosedur lapran by phone. Kami menunggu laporan lengkapnya,” tukasnya. (ina/waw)

Komentar

News Feed