oleh

Beresiko Hukum, Madura United Berniat Keluar dari Tahapan Kompetisi

KABARMADURA.ID -Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) telah mengirimkan Surat Keputusan (SK) Nomor SKEP/69/XI/2020 kepada semua klub. SK itu terkait penundaan kompetisi Liga 1 2020 dan mekanisme renegosiasi.

Direktur Utama (Dirut) PT. Polana Bola Madura Bersatu (PT. PBMB) Zia Ulhaq mengaku sudah menerima SK PSSI itu. Pihaknya pun menghormati keputusan tersebut yang mengatur soal kewajiban klub membayar gaji pemain, official, dan pelatih maksimal 25% sejak Oktober-Desember 2020.

Akan tetapi, pria yang familiar disapa Habib ini menegaskan, persentase gaji tersebut tidak akan berpengaruh ketika operator kompetisi PT. Liga Indonesia Baru (PT. LIB) tidak memenuhi hak klub.

“Angka-angka porsentase yang dituangkan dalam surat tersebut, tidak akan berefek jika LIB tidak memenuhi penegasan dari PSSI tentang hak klub,” ucap pria yang baru beristri satu ini, Rabu (18/11/2020).

Selain itu, SK terbaru itu memuat kompetisi akan digelar Februari 2021. Namun, PSSI belum menentukan tanggal kelanjutan kompetisi domestik tertinggi Indonesia itu.

Tak ayal, Dirut PT. PBMB ini meminta ketegasan PSSI dan PT. LIB; memberikan jaminan terhadap rencana melanjutkan kompetisi di awal tahun 2021 tersebut.

Ketika federasi dan operator kompetisi tidak dapat memenuhi itu, Habib menyatakan, Madura United akan tidak mengikuti tahapan kompetisi kembali.

“Kalau itu tidak ada jaminan dan ketegasan, kemungkinan besar klub mulai bulan depan akan menyatakan keluar dan tidak ikut serta dari tahapan kompetisi, karena ketidaktegasan dan jaminan,” tegasnya.

Habib pun menjelaskan, perjanjian klub dengan semua pihak seperti pemain, official, pelatih, dan sponsor memiliki dampak hukum dan finansial ketika terjadi kesalahan atau ketidaksesuaian dari kerjasama awal yang disepakati.

“Jangan sampai PSSI dan LIB merencanakan pelaksanaan kompetisi, sementara yang menanggung resiko hukum dengan pemain dan para pihak lainnya adalah klub,” pungkasnya. (idy/nam)

Komentar

News Feed