oleh

Beresiko, Penonton Dilarang Saksikan Karapan Sapi Secara Langsung

KABARMADURA.ID, Bangkalan – Ada yang unik pada pagelaran tahunan legendaris khas Madura tahun ini. Even karapan sapi yang biasanya dipenuhi dengan lautan manusia, kali ini tidak akan ada yang menonton pertunjukan tersebut.

Kegiatan perlombaan yang akan merebutkan Piala Presiden tersebut, akan digelar pada 15 November mendatang.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan melarang ada penonton pada kegiatan tahunan itu. Wabah Covid-19 yang belum berakhir, menjadi alasan pelarangan tersebut, karena kegiatan berpotensi menimbulkan kerumunan orang.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bangkalan Moh. Hasan Faisol menegaskan bahwa pihak panitia dilarang memperbolehkan adanya penonton. Bahkan, pihaknya membatasi anggota atau kru peserta lomba.

“Kami batasi hanya 10 orang saja dalam 1 kru. Tanpa penonton ini agar mengedepankan protkes,” ujarnya, Minggu (27/9/2020).

Lanjutnya, pembatasan itu juga agar penerapan protokol kesehatan (protkes) bisa dilaksanakan secara maksimal. Bahkan, untuk memastikan kegiatan tersebut, dilakukan tanpa penonton. Pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Polres Bangkalan.

“Pesertanya ada 24 kru, kami juga sebelumnya telah melakukan rapid test, baik kepada panitia atau kru peserta lomba, agar benar-benar dipastikan tidak ada yang terindikasi terkena covid-19,” ungkapnya.

Terpisah, Ketua panitia even karapan sapi tingkat Kecamatan yakni Kafrawi mengaku, memang rasanya tidak afdol jika even karapan sapi tanpa penonton. Tapi, mau tidak mau hal tersebut harus dilakukan agar perlombaan piala presiden tetap dilaksanakan.

“Even ini sebagai percontohan karapan sapi se-Madura untuk meminimalisir hal-hal yang tidak di inginkan untuk persiapan piala presiden nanti,” jelasnya.

Sebelumnya, untuk even per kecamatan juga berbeda dengan tahun sebelumnya. Sebab, biasanya dilakukan di lapangan yang ada di kecamatan juga. Namun, khusus even ini dilakukan terpusat di lapangan Skep Bangkalan.

Dia juga mengungkapkan, sebelum kegiatan juga para peserta kru dan panitia dilakukan rapid test dahulu. Totalnya sebanyak 240 orang di-rapid test. Hasilnya, kata Krafawi, tidak ada yang reaktif satu pun.

“Untuk yang memang nanti berlanjut ke tahap even tingkat kabupaten, kemudian lanjut puncaknya tanggal 15 November merebutkan piala presiden,” tuturnya.

Sementara itu, Kapolres Bangkalan AKBP Rama Samtama Putra membenarkan bahwa selama wabah masih berlangsung dan zona wilayah belum berubah menjadi hijau. Pihaknya tetap tidak memberikan izin bagi siapa pun untuk mengelar keramaian atau yang mendatangkan kerumunan banyak orang. Kalaupun diizinkan, harus ada penerapan protkes yang ketat.

“Hasil koordinasi sudah disepakati dan hanya 10 orang dalam 1 kru yang boleh ikut, kami wajibkan kegiatan tanpa penonton dan melakukan rapid test,” pungkasnya.

Diketahui, kegiatan even karapan sapi tersebut akan digelar selama sebulan ini, yakni mulai 27 September hingga 15 November mendatang. Bahkan, even tersebut sudah melalui beberapa rapat kordinasi (rakor) dengan Bakorwil Pamekasan dan hasilnya disepakati kegiatan kerapan sapi akan digelar di satu lokasi yakni lapangan Skep tanpa penonton. (ina/waw)

Komentar

News Feed