Berharap 800 Madrasah Dapat Sentuhan PHLN

  • Whatsapp
KM/IMAM MAHDI  MENUNGGU: Kementerian Agama (Kemenag) Pamekasan mengaku masih menunggu kejelasan dana PHLN untuk madrasah. 

           Kabarmadura.id/Pamekasan-Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Pamekasan Afandi, mengaku belum mengetahui kejelasan program  pinjaman Rp3,7 triliun yang dilakukan oleh Kemenag RI ke bank dunia. Namun demikian, pihaknya berharap 800 lebih madrasah di wilayahnya, bisa memperoleh sentuhan dari dana Pinjaman dan Hibah Luar Negeri (PHLN), yang digadang-gadang untuk meningkatkan kualitas pendidikan madrasah tersebut.

Afandi mengatakan, pihaknya hanya mendapat segelintir informasi yang menyebut peruntukan dana LHBN itu pada pendidikan madrasah. Namun, sampai saat ini, pihaknya mengaku belum menerima surat resmi dari Kemenag RI apakah Kabupaten Pamekasan termasuk di dalam sasaran program itu atau tidak.

“Tunggu saja suratnya, sebelum menerima surat kami belum bisa menjelaskan secara terperinci,” katanya, Rabu (10/7)

Afandi menjelaskan, selama ini mutu madrasah negeri maupun swasta di wilayahnya sudah cukup bersaing, bahkan dia mengakui, ada sejumlah madrasah yang mampu mengkombinasikan antara pendidikan agama dengan pendidikan umum secara optimal.

Selain itu Afandi melanjutkan, antusias masyarakat terhadap lembaga madrasah sangat luar biasa, oleh sebab itu, dirinya sangat mendukung upaya pemerintah pusat untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan di madrasah.

“Madrasah paling berkualitas di pamekasan adalah MTs Negeri Sumber Bungur, itu salah satu perwakilan madrasah di Pamekasan yang kualitas pendidikannya bisa diandalkan,” bebernya.

Lebih lanjut Afandi berharap, rencana program dana PHLN, bisa memfasilitasi sekitar 800 madrasah yang di Kabupaten Pamekasan, agar senantiasa berdaya saing dengan madrasah diluar Pamekasan, bahkan kalau bisa hingga ke luar negri.

“Semoga pemerintah bisa melirik pendidikan di bawah naungan kemenag (madrasah, red) kita,” ujarnya.

Sebelumnya, Rektor Institut Agama Islam (IAI) Al-Khairat Pamekasan Abdul Muin menyampaikan, program dana PHLN merupakan salah satu upaya Kemenag RI untuk mendongkrak prestasi dan kualitas pendidikan di madrasah.

Menurutnya, sampai sekarang pondok pesantren dengan madrasahnya masih menjadi pilihan utama masyarakat di pedesaan, oleh karenanya upaya-upaya peningkatan mutu harus terus dilakukan. Jika tidak, dikhawatirkan output sumber daya manusia tidak ada peningkatan.

“Kami sangat setuju sekali jika dana itu benar-benar direalisasikan dengan baik untuk mendongkrak mutu pendidikan,” ujarnya. (imh/pin)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *