Berhasil Berprestasi dalam Cipta Baca Puisi di Tingkat Provinsi

  • Whatsapp

Kabarmadura.id/Pamekasan-Siapapun boleh berkarya, namun yang sulit bagi mereka jika tidak punya kemauan, kondisi yang demikian itu berbeda dengan apa didapatkan oleh Sitti Nurhotimah. Berkat keuletan mengolah kata, dirinya mampu berprestasi sebagai pemenang cipta puisi tingkat Provinsi Jawa Timur.

KHOYRUL UMAM SYARIF 

Bagi Sitti Nurhotimah, untuk menggapai sesuatu yang diinginkan tentunya tidak semudah membalikkan telapak tangan, sehingga untuk bisa berprestasi dan keluar sebagai seorang juara, harus dilalui dengan tekun berproses, belajar dengan giat dan latihan yang optimal.

Diceritakan olehnya, dalam membaca puisi tidak harus memiliki suara bagus, namun trik yang dilakukan untuk bisa membaca puisi itu adalah memahami teks puisi, dan bagaimana cara menyampaikan puisi itu kepada khalayak dengan penuh penjiwaan. Dengan demikian, gestur, mimik muka dan vokal, akan dengan mudah tersampaikan pada penonton dengan baik.

Untuk proses latihan, menurutnya tidak butuh banyak waktu, namun yang paling penting adalah konsistensi dalam latihan. Begitu pula dengan menulis puisi perlu membiasakan menulis dengan konsisten.

“Saya menulis puisi itu menargetkan bulan ini harus sekian dan belajar menulis kepada yang sudah lebih mahir dari kita,” ungkapnya.

Selain itu, kunci sukses dara kelahiran 1998 itu, adalah dengan mencari mentor khusus atau teman belajar yang sesuai dengan minat dan bakat untuk tetap berkarya.

Sosok yang akrab dipanggil Iink itu melanjutkan, untuk mendukung karyanya supaya bisa terus berkembang, dilakuakn dengan cara membaca antologi puisi minimal dalam sehari itu 5 halaman.

Perempuan asal Waru itu mengungkapkan, penyemangat dalam berkarya adalah sosok orang tua yang selalu memberikan support untuk tetap belajar apapun yang disukai, sehingga kemudian bisa melejitkan potensi yang ada pada dirinya.

Selain orang tuanya, sosok yang menjadi motivatornya dalam menorehkan beberapa karyanya adalah tokoh sastrawan besar Indonesia Pramoedya Ananta Toer. Kata sastrawan yang mendunia itu, yang berbunyi “orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama tidak menulis, ia akan hilang dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian”, seakan menjadi pelecut dirinya untuk terus menulis.

“Sejauh ini prestasi yang diukir, pertama juara lomba harapan 2 cipta baca puisi tingkat provinsi, juara 3 lomba baca puisi tingkat Madura, dan 25 besar lomba cipta puisi nasional,” ungkapnya.

Disinggung mengenai target kedepan, putri dari pasangan Moh. Kusairi dan Maswana itu mengungkapkan, akan tetap konsisten dalam menulis puisi, sehingga bisa menghasilkan tulisan yang bisa dinikmati oleh semua kalangan.

“Pesan ayah saya, oreng bhagus ekaodienna reya, oreng se bisa amanfaat ka oreng laen, oreng bisa amanfaat ka oreng laen reya oreng se andi’ elmo. Dhaddhi selama ghii’ andi’ kasempatan nyare elmo pa semangat,” tutup penulis puisi yang pernah terbit di antologi berjudul Pelupuk Rindu tersebut. (pin)

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *