Berikan Remisi dan Asimilasi ke Ratusan Napi di Bangkalan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FA'IN NADOFATUL M.) SUMRINGAH: Tiga perwakilan narapidana (napi) Rutan Kelas IIB Bangkalan, menerima remisi Hari Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-76. 

KABARMADUR.ID, BANGKALAN– Momen peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus 1945, membawa berkah tersendiri bagi para narapidana (napi) di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Bangkalan. Dari total warga binaan 281 orang, sebanyak 128 napi memperoleh remisi. Sedangkan, total sejak Januari hingga Agustus, warga binaan yang mendapatkan asimilasi bebas tahanan dan bisa pulang sebanyak 127 orang.

Kepala Rutan Kelas IIB Bangkalan Mufakhom mengatakan, warga binaan yang mendapatkan remisi tersebut, napi dewasa hingga napi anak. Rinciannya, dari 4 napi anak hanya dua orang yang memperoleh remisi. Sebab, dua lainnya belum memenuhi syarat untuk mendapatkan remisi. “Kalau asimilasi bulan Agustus ini, kami sudah memulangkan setidaknya 8 orang. Jika ditotal sejak Januari lalu sekitar 127 napi,” ujarnya, Selasa (17/8/2021).

Menurutnya, ratusan napi yang mendapat remisi dan asimilasi terjerat dari berbagai macam kasus. Mulai dari kasus narkotika, pelecehan seksual, pencurian hingga pembunuhan. Napi yang mendapatkan remisi, tidak ada yang bebas dari kurungan penjara atau remisi khusus II (RK2). Melainkan, hanya pengurangan masa penahanan dari 1 bulan hingga 5 bulan.

“Kalau anak-anak yang mendapatkan remisi ini dengan kasus pembunuhan. Para napi tidak ada yang mendapatkan remisi bebas penahanan. Bebas penahanan, sudah kami berikan asimilasi,” ucapnya.

Sedangkan, kasus napi yang diberikan asimilasi juga tidak jauh berbeda dengan napi yang diberikan remisi. Asimilasi ini bisa membebaskan napi. Sebab, disesuaikan dengan Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Mausia (Permenkum dan HAM) Nomor 24 Tahun 2021 tentang Pemberian Menjalani Asimilasi di rumah.

“Meski 126 napi tersebut diberikan asimilasi, pembebasan bersyarat dan cuti bersyarat, tetap dalam pengawasan dan wajib melakukan absen ke Balai Pemasyarakatan (Bapas) hingga batas masa akhir pidananya,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron turut menyerahkan surat pemberian remisi kepada para napi. Dia berpesan, agar menjadi motivasi napi yang belum mendapatkan remisi. Menurutnya, pemberian remisi serentak untuk yang pertama kalinya dilakukan di Pendopo Bangkalan. Sebab, di tahun-tahun sebelumnya biasanya pemberian remisi dilakukan di Rutan Kelas IIB Bangkalan.

“Ini adalah suatu rejeki bagi para napi, mudah-mudahan dimanfaatkan betul bagi yang sudah bebas untuk berbuat yang lebih baik saat berada di lingkungan masyarakat,” pesannya.  (ina/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *