oleh

Berkas Dikembalikan, LIRa Demo Kejari Lagi

Kabarmadura.id/BANGKALAN-Sejumlah pegiat LSM Lumbung Informasi Rakyat (LIRa) mendatangi kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangkalan, Senin (1/4). Kunjungannya itu sekaligus meminta kejelasan terkait berkas yang dikembalikan Kejari ke Kepolisian Resor (Polres) Bangkalan.

Berkas Dikembalikan, LIRa Demo Kejari LagiKOTA-Sejumlah pegiat LSM Lumbung Informasi Rakyat (LIRa) mendatangi kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangkalan, Senin (1/4). Kunjungannya itu sekaligus meminta kejelasan terkait berkas yang dikembalikan Kejari ke Kepolisian Resor (Polres) Bangkalan.

Berkas yang dimaksud mengenai kasus yang dilaporkan Ekayanti Indrayana pada tahun 2018 lalu. Kasus tersebut berkaitan dengan dugaan penghinaan yang dilakukan wanita berinisial M melalui media sosial facebook. Dengan begitu, perkara tersebut masuk dalam objek Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Salah seorang orator dari LIRa saat orasinya mengatakan, terkait kasus UU ITE yang menjerat tersangka berinisial M perlu dipertanyakan kembali. Sehingga mereka meminta penjelasan langsung dari Kejari Bangkalan. Tujuannya, agar pihaknya bisa kembali  memiliki kepercayaan bahwa Kejari Bangkalan mampu menyelesaikan permasalahan tersebut.

“Tanpa mengurangi rasa hormat kami ingin minta kejelasan dari pimpinan Kejari Bangkalan untuk menemui kami terkait laporan penyidikan yang di kembalikan lagi ke polres. ” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Bangkalan Chairul Arifin menjelaskan, kepolisian meyerahkan berkasnya pekan lalu, namun, setelah diteliti dan dipelajari, ternyata masih banyak kekurangan.

“Karena masih kurang sempurna, maka saya kembalikan lagi,” tuturnya.

Menurut Chairul, terkait berkas yang kembalikan ke penyidik Polres Bangkalan, para aktivis LIRA dinilai salah persepsi. Sebab, pengembalian tersebut bukan berarti kasus itu tidak bisa dilanjutkan ke persidangan, atau ada upaya penghentian kasus oleh Kejari Bangkalan.

“Teman-teman LIRa sepertinya salah persepsi terkait pengembalian berkas polres, makanya mereka semua datang ke sini meminta kejelasan.” lanjut Chairul.

Sayangnya, Chairul tidak bisa menjelaskan kekurangan secara terperinci. Selain masuk dalam ranah penyidikan, juga tidak untuk dipublikasikan sebagaimana diatur dalam undang-undang. Namun secara umum, kedua syarat formil dan materiil dalam kasus tersebut belum terpenuhi.

“Secara terperinci saya tidak bisa menjelaskanya, namun kalau menurut undang-undang, kekurangannya itu ada dua unsur, yaitu formil dan materiel. Formil ini berkenaan dengan berita acara atau surat-surat dan yang kedua materiil dan ini berkenaan dengan unsur tindak pidana yang disangkakan,” pungkasnya.

Diketahui, M selaku pemilik akun Sofila Jaba telah melakukan penghinaan di media sosial facebook pada tahun 2018 silam. Akun Sofila Jaba berkomentar di akun Kie Nha Sieh milik Ekayanti Indrayana menggunakan kata- kata kasar atau penghinaan.

M sudah dipanggil penyidik Polres Bangkalan. Saat dimintai keterangan oleh penyidik, M mengakui perbuatannya bahwa telah melakukan penghinaan.

Merasa dihina, Ekayanti langsung melaporkan perkara tersebut ke Polres Bangkalan dengan Nomor LP 73/VI/2018/Jatim/ Res Bangkalan. Penyidik kemudian menyimpulkan, perbuatan M melanggar pasal 27 ayat 3 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang ITE dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara.  (km46/waw)

Komentar

News Feed