Berkas Kasus Dugaan Korupsi Gedung Dinkes  Sumenep Tunggu P21

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IMAM MAHDI) BERALASAN: Berkas kasus dugaan korupsi gedung Dinkes Sumenep menunggu P21 dari Kejari Sumenep.

KABARMADURA.ID, SUMENEP -Kasus dugaan korupsi gedung Dinas Kesehatan (Dinkes) tidak kunjung tuntas. Berkas yang sudah diserahkan sebelumnya oleh penyidik kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep dinyatakan tidak lengkap. Sehingga berkas tersebut dikembalikan lagi kepada penyidik Polres Sumenep.

Berdasarkan informasi terbaru, penyidik sudah menyerahkan berkas pada Kejari Sumenep pada Selasa (6/7/2021). Saat ini tinggal menunggu keputusan, apakah berkas sudah dinyatakan P21 (perkara dinyatakan telah lengkap dan sempurna yang sekaligus bisa dikatakan penyidik telah selesai) atau tidak.

Bacaan Lainnya

“Kemarin berkas sudah dikirim, kita masih menunggu P21 dari Kejaksaan, kan masih diperiksa oleh Kejaksaan. Intinya kita sudah memenuhi persyaratan dari Kejaksaan,” kata AKP Widiarti, Kasubag Humas Polres Sumenep, Rabu (7/7/2021).

Dikatakannya, cepat atau lambatnya  penanganan kasus tergantung Kejari Sumenep, seberapa lama mengecek berkas yang sudah diserahkan, meskipun pihaknya juga punya target khusus perkara tersebut cepat selesai. “Kita punya target untuk selesai. Sebab, jika tidak selesai maka akan menjadi tunggakan perkara,” tegasnya.

Diketahui sebelumnya, pembangunan gedung Dinkes menghabiskan anggaran Rp4,5 miliar, dana tersebut bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) tahun 2014. Terdapat tiga orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka. Masing-masing, inisial IM, NM, dan M.

Tiga tersangka tidak ditahan lantaran bukti-bukti kasus gedung Dinkes tidak lengkap. Alasan tersebut sudah berkali-kali disampaikan oleh penyidik.

Selang berjalan waktu, sejumlah bangunan fisik gedung Dinkes sudah rusak. Tercatat di gedung A bagian belakang sebelah timur runtuh pada Rabu (20/5/2021) lalu. Peristiwa itu sempat membuat pegawai dan pengunjung dinas berhamburan.

Perempuan yang akrab disapa Widi itu melanjutkan, lamanya kasus korupsi itu wajar, karena tidak seperti kasus lainnya. Prosesnya jauh rumit dari pada kasus lain. Bisa saja untuk melengkapi berkas membutuhkan waktu hingga 12 tahun.

“Jadi, wajar jika kasus dugaan korupsi gedung Dinkes hingga saat ini belum selesai,” tegasnya.

Pengamat Hukum Ach. Novel menilai Polres Sumenep tidak serius dalam melengkapi berkas kasus gedung Dinkes. Bahkan menilai kurang transparan dalam penanganan kasus tersebut.

“Dengan tidak cepat selesainya kasus, maka Polres Sumenep harus terbuka pada masyarakat atau publik, jangan kemudian diam dan proses pelimpahan lama,” pungkasnya. (imd/mam)

 

 

 

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *