oleh

BerKat, Komunitas Tongkrongan Warung Kopi yang Keranjingan Berbagi

Kabarmadura.id/SUMENEP-BerKat adalah nama komunitas yang dibentuk oleh sekelompok pemuda dari berbagai wilayah di Sumenep, terutama yang bekerja di ibu kota Kabupaten Sumenep.

Awalnya, mereka adalah sekelompok jurnalis yang berasal dari Desa Karduluk, Pragaan Sumenep.Kini, anggota BerKat sudah berasal dari berbagai wilayah di Sumenep.

“Kami awalnya lahir dari rahim warung kopi, kami para jurnalis Desa Karduluk sepakat untuk menyerahkan sebagian penghasilan untuk diberikan kepada warga yang dalam penilaian kami kurang mampu dan membutuhkan bantuan untuk kepentingan konsumsi,” kata Badrur Rosi selaku inisiator BerKat, Minggu (23/8/2020).

Komunitas ini tergolong aktif untuk berbagi dengan warga papa dan juga anak-anak yatim miskin. Hal yang mereka lakukan sejatinya sangat sederhana, menghimpun sumbangan secara sukarela dari anggota komunitasnya untuk disalurkan kepada warga tidak mampu dengan cara blusukan.

Rosi menambahkan, meskipun awalnya hanya beranggotakan para jurnalis saat ini sudah bertambah dari berbagai latar belakang pekerjaan dan lintas organisasi.

“Organisasi kami tidak formal, tidak dibentuk ketua atau struktur, sebab terkadang rentan konflik soalnya. Dan ini sebagai pengisi hari libur, kami blusukan ke berbagai daerah, mencari informasi masyarakat untuk dibantu, ya hanya sekedarnya, sesuai kemampuan kami,” imbuhnya.

Sejauh ini, daerah yang sudah disinggahi di antaranya Kecamatan Lenteng, Bluto, dan Pragaan. Dari daerah yang sudah disinggahi tersebut, menurutnya, banyak pelajaran penting yang didapatkan.

“Kami pernah menemui nenek lumpuh lebih dari 30 tahun, hidup sebatang kara, masak, dan mencari uang sendiri. Dari itu kami sangat bersyukur diberi kesempatan berupa kemampuan ini,” paparnya.

Dalam nuansa tahun baru Hijriyah ini, tepatnya selama 10 hari di bulan Muharram ini berencana akan berbagi ke 50 anak yatim.

“Ada saja donatur yang melalui kami untuk berbagi, dan kemarin kami sudah ke lembaga-lembaga pendidikan untuk berbagi dengan anak yatim, prinsip kami sebagian harta kami adalah hak orang lain yang membutuhkan,” pungkasnya. (ara/bri/waw)

Komentar

News Feed