Berkat Pelatihan WUB, Owner UD Karya Abadi Raup Omzet Rp5 Juta per Bulan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/Khoyrul Umam Syarif) PRODUKTIF: Owner Usaha Dagang (UD) Karya Abadi Mohammad Taufik menunjukan hasil produksinya.

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN-Program Wirausaha Baru (WUB) dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan terbukti berdampak positif kepada pengusaha di beberapa desa. Seperti halnya yang dialami owner songkok Attaufik, yang berhasil mendapatkan omzet Rp5 juta setiap bulannya. Ia memulai usahanya dengan modal Rp17 Juta.

Menurut owner songkok produksi Usaha Dagang (UD) Karya Abadi Mohammad Taufik, usaha yang dirintisnya menarik perhatian konsumen dari Pamekasan, maupun dari luar Pamekasan. Apalagi, songkoknya yang dibuatnya beraneka model.

Bacaan Lainnya

“Alhamdulillah banyak pesanan berdatangan. Memang. sementara kami masih belum memasarkan di toko-toko, kami hanya melayani pesanan” paparnya, Senin (14/6/2021).

Diakuinya, usahanya mengalami banyak kemajuan sejak ia mengikuti program pelatihan WUB. Bahkan, saat ini ia memiliki 4 karyawan yang bekerja setiap hari.

“Dimulai pada bulan 9 tahun 2020, alhamdulillah berjalan dengan lancar,” ungkap pria asal Pria asal Desa Duko Timur tersebut.

Ia juga menuturkan, pemasaran hasil produksinya melalui 2 jalur; yakni online dan offline. Bahkan, Ia mengaku akhir-akhir ini banyak komunitas, seperti grup al-banjari, yang melakukan banyak pemesanan.

“Pemesannya beragam, ada yang dari pesantren, ada yang dari komunitas. Omzet kami setiap bulannya, kisaran 3 sampai 5 juta,” ujarnya.

Menurutnya, dalam menjalani usaha perlu adanya komitmen, ketelatenan, dan semangat pantang menyerah. Selain itu, tidak kalah penting lagi tersedianya modal usaha mencukupi untuk memulai usaha.

“Awalnya saya mengikuti WUB dari pelatihan yang diadakan oleh Pak Bupati,” ulasnya.

Harapannya, produk hasil usahanya laku terjual di beberapa toko di Pamekasan, maupun di luar Pamekasan. Sebab itu, ia menginginkan pemkab mendukungnya secara penuh.

“Penting juga dibantu dari segi pemasaran. Karena, memang kemarin saya sempat mendengar rencana bupati mengenai adanya warung milik rakyat (wamira). Harapan besar dari kami, produk yang dihasilkan teman-teman WUB bisa ditaruh di situ (wamira),” ulasnya. (rul/maf)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *