oleh

Berkorbanlah untuk Meraih Cita-cita

Peresensi         : Supadilah

Ayahnya meninggal saat usia Selena empat belas tahun. Setahun kemudian, ibunya meninggal. Selena menjadi yatim piatu. Atas pesan ibunya, Selena menuju kotaTihsri menemui PamanRafdan Bibi Leh.

Selena tidak bisa berlama dalam suasana duka. Besoknya, Selena harus ikut bekerja dengan Paman Raf. Pekerjaan yang tidak sepadan dengannya. Paman Raf merupakan kontraktor terowongan kereta api bawah tanah bercengkerama dengan mata bor, mesin berat, kapsul terbang, dan lainnya. Selena banyak membawa kemajuan bagi proyek Paman Raf.

Perlahan kehidupannya membaik. Pertama kalinya Selena merasakan punya uang yang cukup. Padahal, dulu ibunya bahkan harus berutang untuk mencukupi kebutuhan hidup. Pertama kali pula anak perempuan berambut keriting ini belajar dari ‘buku’ yang bentuk dan kecanggihannya sesuai dunia paralel. Sejak itu pula, Selena jatuh cinta dengan belajar. Dia jatuh cinta dengan buku.

Cita-citanya ingin sekolah di Akademi Bayangan Tingkat Tinggi (ABTT). ABTT merupakan tempat para petarungterbaikklan Bulan. Tentu sebuah tantangan yang tidak mudah mengingat Selena tidak pernah sekolah.

Bagi penikmat karya Tere Liye, novel Selena ini pastilah satu bagian yang membuat penasaran. Sosoknya sudah hadir di Bumi. Selena adalah guru matematika Raib, Seli, dan Ali yang merupakan tokoh utama dalam serial Bumi itu.

Ceritafiksibukasematahayalan. Banyak yang berangkatdarikenyataan. Begitu pula dalam novel Selena ini. Selena merupakan pembelajar yang hebat. Dia bekerja keras untuk bisa sekolah di ABTT. Dan hasilnya, Selena menjadi peringkat kedua ujian tulis mengalahkan ribuan peserta seleksi lainnya.

Ujian selanjutnya, Selena harus bisa menunjukkan kekuatan Klan Bulan seperti membuat tameng transparan, teknik menghilang, dan teknik pukulan berdentum. Selena hampir pasti gagal. Tamus datang menawarkan bantuan. Tamusadalah masa lalu, masa sekarang, dan masa depan. Diamemberikanjawabansaattidakadalagijawaban yang tersisa. Diabisamewujudkanmimpi-mimpisiapapun yang penuh ambisi. Apa imbalan yang diminta Tamus atas tawarannya itu?

Novel, atau ceritafiksi, bukansematahayalan. Banyak yang berangkatdarikenyataan. Begitu pula dalam novel Selena ini. Kemiskinan yang membuat keterbelakangan dan ketertinggalan menjadi potret yang jamak terjadi. Anak di bawah umur yang harus bekerja mencari nafkah bukan cerita langka. Berbagai pelajaran di ABTT mirip dengan pelajaran di sekolah saat ini. Agaknya Tere Liye berhasil meyakinkan pembaca bahwa fiksi pun bisa berangkat dari kehidupan kita.

Novel ini pun sarat ajakan mencintai ilmu. Perpustakaan menjadi tempat paling membahagiakan Selena dibanding tempat wisata sekalipun. Mengoleksi buku menjadi investasi hidup yang sangat bermanfaat. Apakah kebiasaan ini pula yang membuat Selena akhirnya menjadi guru matematika? Bisa jadi. Kerja keras, haus ilmu, dan cinta buku menjadi modal Selena meraih cita-citanya.

Selain itu, ada pula kesabaran. Hidup itu keras. Harus disikapi dengan sabar. “Selena, hidup ini hanya soal sudut pandang digeser sedikit saja cara kita memandangnya kita bisa mengubah sesuatu yang menyebalkan menjadi hal yang berbeda.” (halaman 46). Setiap anak punya keistimewaan. “Kamu memiliki mata yang tajam Selena. Jangan berkecil hati jika teman-temanmu mengolokmu.” (halaman 8).

Bullying atau perundungan bisa terjadi di mana saja. Di dunia paralel pun begitu. Selena kerap mengalaminya. Hebatnya, dia bisa mengatasinya. Setelah diterima di ABTT, Selena bertekad menjadi mahasiswa nomor satu di akademi ini. Perjuangannya menginspirasi, bahwa untuk menjadi yang terbaik perlu pengorbanan yang sepadan. Lihat pula kisah persahabatan Selena, Tazk, dan Mata serta Ev yang memberi banyak pelajaran. Selamat membaca. (*)

Judul Buku      : Selena

Penulis             : Tere Liye

Co-author        : Diena Yashinta

Penerbit           : Gramedia Pustaka Utama

Cetakan           : Kedua, April 2020

Tebal               : 368 halaman

ISBN               : 978-602-063-9529

Komentar

News Feed