Berlakukan Buka-Tutup Jalan Penghubung Kabupaten di Madura Hingga Akhir Desember

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FA'IN NADOFATUL M.) HARUS BERSABAR: Antrian kendaraan dari arah Bangkalan menuju Sampang mencapai 300 meter, lantaran perbaikan Jalan Nasional.

KABARMADURA.ID | BANGKALAN -Akses jalan utama menuju Bangkalan.-Sampang diberlakukan buka-tutup jalan hingga akhir tahun 2021. Sebab ada perbaikan Jalan Nasional penghubung antar kabupaten di Madura. Tepatnya di Jalan Raya Blega hingga jalan di depan Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Blega. Hal ini diungkapkan Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Bangkalan Guntur Setiyadi, Minggu (14/11/2021).

Menurutnya,  perbaikan jalan merupakan program Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) dan bukan program prioritas daerah yang identik dengan slogan Kota Salak. “Itu kan jalan nasional, biasanya pengerjaan langsung dari pusat melalui balai wilayah. Tidak ada koordinasi dari pusat ke kabupaten. Mereka biasanya langsung melakukan pengerjaan,” ujarnya.

Sementara itu Kapolsek Blega Iptu Samsuri mengatakan, pengerjaan jalan nasional mengakibatkan terjadinya antrian dengan panjang 300 meter. Hanya saja tidak mengakibatkan kemacetan  yang cukup signifikan.  Sebab sudah diberlakukan buka-tutup jalan hingga tanggal 20 Desember mendatang.

“Perbaikan mulai Sabtu (13/11/2021) malam kemarin. Kira-kira sampai tanggal 20 Desember, tapi tidak menuntut kemungkinan berlakukan buka-tutup jalan itu sampai akhir Desember nanti,” responnya.

Dia mengaku, sudah menerjunkan personilnya untuk mengurai antrian panjang dan kemacetan parah. Bahkan akan memberlakukan buka-tutup jalan selama 24 jam. Sehingga masyarakat yang akan melintas tidak terganggu antrian kendaraan panjang. Selain itu, bisa menggunakan akses alternatif melalui jalur pantura atau Kecamatan Tanjung Bumi.

“Selama pengecoran tidak selesai, tetap diberlakukan buka-tutup jalan. Kalau hari ini (kemarin, red) kendaraan cenderung lancar, tidak sampai menimbulkan kemacetan. Hanya saja masyarakat ini harus menunggu, jadi bilangnya macet,” tegasnya.

Reporter: Fain Nadofatul M.

Redaktur: Totok Iswanto

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *